Senin, 27 November 2017 - 08:52:19 WIB

Sidang Dugaan Penggelapan Uang Kredit Mobil KPUM, 6 Saksi Dihadirkan

Editor: Administrator | Dibaca: 227
Sidang Dugaan Penggelapan Uang Kredit Mobil KPUM, 6 Saksi Dihadirkan

PIRAMIDNEWS.COM - Sidang kasus dugaan penggelapan uang kredit 179 unit mobil KPUM Medan dengan terdakwa Rayana br
Simanjuntak  dilanjutkan, Kamis (23/11) dan Jumat (24/11) di Pengadilan Negeri Medan. Tiga orang karyawan KPUM dihadirkan di persidangan.
 
Ketiga saksi yang dihadirkan ke hadapan persidangan tersebut masing-masing Sekretaris KPUM yang baru Alason Rajagukguk,
Bagian Pembukuan KPUM Patar Sinaga dan Bagian Pengamanan Lapangan Asril Tanjung.

Persidangan yang diketuai hakim Janverson Sinaga SH MH dihadiri pengacara terdakwa Onan Purba SH MH, Yuyun SH MH dan Samuel
Hutapea SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson SH.

Saksi Alason Rajagukguk yang ditanyai hakim ketua terkait kasus dugaan penggelapan uang pembelian 179 unit mobil APV tersebut, lebih banyak diam dan menjawab tidak tahu karena saksi Alason termasuk sekretaris yang baru diangkat oleh  Ketua  Umum.

Saksi Alason  hanya melanjutkan pekerjaan sekretaris lama yang sudah dipecat. Demikian juga dua saksi lainnya yakni Patar Sinaga dan Asril Tanjung, lebih banyak diam dan menjawab tidak tahu pertanyaan hakim, JPU dan pengacara.

Sedangkan pada sidang yang digelar, Jumat (24/11), saksi yang dihadirkan ke persidangan adalah  Artika br Harefa, Abidin
Pangaribuan dan Mahyudin.  

Dari persidangan itu terungkap kalau saksi Artika dan Abidin sudah dipecat oleh pengurus KPUM melalui Ketua Umum KPUM Jakmar Siburian. Dikatakan saksi, jika di antara anggota KPUM ada yang hendak membeli mobil dengan cara kredit harus melalui rapat anggota dan pimpinan KPUN maka mobil yang baru bisa dikeluar dari showroom. Uang mukanya sebesar Rp 30 juta, perbulannya dibayar ke kantor sebesar Rp 13,5 juta lalu diberikan kepada Sukamto alias (Akong) Bagian lisense Capela Shoowroom Suzuki.

Saksi Mahyudin yang juga penasehat KPUM di persidangan juga mengaku tidak tahu banyak terkait kasus ini karena pada saat
rapat KPUM, saksi mengaku tidak pernah diundang, bahkan pemecatan terdakwa Rayana, saksi juga tidak tahu. "Saya tidak tahu
masalah ini, pemecatan Bu Rayana pun saya juga tidak tahu," ungkapnya. (pin)


Foto: Ilustrasi/net)


×