Rabu, 11 Juli 2018 - 23:41:19 WIB

Jalani Sidang Hingga Malam, Terdakwa Tamin Pingsan di Persidangan

Editor: Administrator | Dibaca: 73
Jalani Sidang Hingga Malam, Terdakwa Tamin Pingsan di Persidangan

PIRAMIDNEWS.COM - Sidang lanjutan terdakwa Tamin Sukardi kembali digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Sumatera Utara. Namun dari persidangan kemarin, Senin (10/7) malam, terdakwa Tamin Sukardi sempat mengalami pingsan. Saat itu juga terdakwa langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perobatan. Penyebab pingsan diduga karena kelelahan karena harus menjalani persidangan sejak pagi hingga hampir tengah malam.

Pada persidangan sebelumnya Kamis (5/7), terdakwa Tamin Sukardi didakwa menyelewengkan aset negara berupa lahan PTPN II tersebut menghadirkan sebanyak  13 saksi masing-masing Elisa, Mira, Pak Aman, Kliwon, Suwardi, Herni Widayani, Pak Arun, Muksen, Slamat, Misno, Masdiana, Risna dan Dewi.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo itu,  saksi Elisa dan Mira dari notaris dan kuasa hukum Yayasan Al-Washliyah  menjelaskan tidak mengetahui terdakwa Tamin Sukardi menjual tanah negara kepada masyarakat setempat. "Saya tidak tau itu Pak Hakim,” ujar saksi.

Menurut Elisa dan Mira, tanah seluas 106 hektare yang berlokasi di Pasar 4 dan 3 Helvetia Medan bahwa sejak tahun 2002  sudah habis HGU-nya dan tidak diperpanjangkan lagi.

Bahkan dari tanah seluas 74 hektare dari 106 hektare tersebut sudah dieksekusi dan diserahkan kepada 65 warga setempat selaku pemiliknya. Dengan dasar itu, warga Helvetia sudah membangun rumah masing-masing di atas lahan yang diserahkan.

Terhadap lahan PTPN II itu sudah dilakukan penghapusan aset dan dikembalikan kepada masyarakat. Dan setahu saksi belum ada jual beli tanah tersebut.

Apakah PTPN II masih berwenang atas tanah  yang telah berakhirnya HGU, dijawab saksi Elisa, seharusnya tanah tersebut dikembalikan ke negara. Namun sampai saat ini PTPN II belum merealisasikannya karena menunggu persetujuan pemegang saham.

Ketua majelis hakim Wahyu menimpali pertanyaan kalau ini bukan aset, mengapa ada kasus seperti ini disidangkan di pengadilan.  sempat terdiam beberapa menit,  lalu saksi dari masyarakat yakni Kliwon dan Suwardi mengatakan dulunya orang tua mereka yang menggarap  lahan tersebut lalu diserahkan kepada saksi Kliwon dan Suwardi selaku waris.

Sementara Kepala Desa Labuhan Deli, Deli Serdang Saparudin dalam kesaksiannya menyebutkan PTPN II  masih tetap melakukan divestasi pengalihan tanah seluas 32 hektare kepada Alwashliyah walau lahan tersebut eks HGU.

Sebelum majelis hakim menutup persidangkan, terdakwa Tamin Sukardi melalui kuasa hukumnya kembali memohon penangguhan penahanan karena sakit jantung yang mengharuskan untuk menjalani perawatan selama dua bulan di rumah sakit. Namun majelis hakim masih mempertimbangkan pengajuan penangguhan penahanan tersebut. (pin)

Foto: Palu hakim (Ilustrasi/net)



×