Sabtu, 23 Desember 2017 - 00:07:39 WIB

Hakim PN Medan Vonis Terdakwa Rayana Selama 2 Tahun 4 Bulan Penjara

Editor: Administrator | Dibaca: 92
Hakim PN Medan Vonis Terdakwa Rayana Selama  2 Tahun 4 Bulan Penjara

PIRAMIDNEWS.COM - Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis selama 2 tahun 4 bulan terhadap terdakwa Rayana Br Simanjuntak karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam kasus dugaan penggelapan dana kredit pembelian
mobil di Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM). Pembacaan vonis tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (21/12/17).

Majelis hakim yang diketuai Janverson Sinaga itu memutuskan lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut terdakwa Rayana selama 3 tahun 6 bulan penjara.

Sidang vonis tersebut juga dihadiri JPU Nelson SH dan Lamria Br Sianturi. Mendengar putusan itu, terdakwa Rayana melalui kuasa hukumnya Onan Purba SH langsung menyatakan banding.

Seperti diketahui, saat pembacaan pembelaan yang disampaikan kuasa hukum terdakwa Rayana yakni Onan Purba SH  meminta majelis hakim yang  agar membebaskan terdakwa Rayana dari segala tuntutan hukum terkait kasus dugaan penggelapan dana kredit pembelian mobil anggota KPUM.

Menurut Onan Purba, bahwa dalam perkara pasal 362 KUHP, pasal 374 KUHP  dan  372 KUHP, JPU tidak mampu membuktikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan khususnya Hukum Pidana seperti dalam dakwaan yang dibacakan pada 25 Oktober 2017 lalu.

Dijelaskan tim pengacara dalam pleidoinya, bahwa terdakwa Rayana mengikat suatu perjanjian jual beli mobil guna keperluan anggota KPUM dengan saksi Sukamto.  Hal itu jelas diakui oleh para saksi dari pihak KPUM jelas mengetahui status dari terdakwa sebagai Ketua II KPUM periode 2014 hingga 2019. Dengan demikian unsur keadaan yang bersifat tidak pernah dilakukan oleh terdakwa.  

Dalam hal setiap pembayaran uang DP dari KPUM Medan kepada PT TSA sebagai DP pembelian 179 unit mobil, bahwa yang memberikan pembayaran DP berupa pemberian cek 4 x kepada Sukamto dan 2 x uang tunai selalu yang menyerahkan cek adalah
saksi Jiwa Surbakti dan tidak pernah terdakwa menerima dan mencairkan cek untuk dibayarkan kepada PT TSA.

Dengan secara sadar Jiwa Surbakti memberikan cek dalam nilai tertentu sebagaimana diminta dan diajukan Sukamto.
Kepada pihak PT TSA  (Sukamto) dan pembayarannya telah dilakukan berulang-ulang tanpa suatu protes dari pihak manapun
membuktikan bahwa apa yang dilakukan terdakwa sepanjang pengadaan mobil Suzuki APV guna keperluan anggota koperasi adalah
suatu tindakan/perbuatan yang tidak tipu muslihat.

Sebab melihat kenyataan prakteknya pengurus KPUM Medan membenarkan tindakan terdakwa melakukan pembelian mobil dai PT TSA dan para anggota KPUM yang telah turut membeli, tidak ada yang mengajukan keberatan hukum kepada KPUM atau keberatan yang diajukan oleh pihak KPUM kepada terdakwa.

Dengan demikian tindakakan terdakwa melakukan transaksi jual beli dengan PT TSA pengadaan mobil 179 unit dilakukan bukan
sebab dari suatu perbuatan tipu muslihat tapi dilakukan secara terang dan jelas. Pihak Sukamto menjual mobil dari PT TSA adalah semata-mata memenuhi isi surat perjanjian yang dibuat mereka. (pin)

Foto: Ilustrasi/net




×