Sabtu, 17 Juni 2017 - 12:55:20 WIB

Truk Over Tonase Bebas Bersileweran, Jalan di Bungaraya Siak Ini Semakin Hancur

Editor: Administrator | Dibaca: 346
Truk Over Tonase Bebas Bersileweran, Jalan di Bungaraya Siak Ini Semakin Hancur

PIRAMIDNEWS.COM - Upaya pemerintah daerah memperbaiki sejumlah ruas jalan di Kabupaten Siak, ternyata tidak didukung sepenuhnya oleh intansi terkait lainnya. Buktinya, kendati dana pemeliharaan jalan dianggarkan puluhan miliar setiap tahun, namun kenyataan di lapangan sejumlah ruas jalan kembali rusak. Hal itu akibat bebasnya puluhan truk over tonase membawa buah kelapa sawit berkeliaran di Siak, salah satunya di Kecamatan Bungaraya.

Sayangnya, Dinas Perhubungan dan Polres Siak terkesan tidak serius melakukan pengawasan terhadap truk-truk milik perusahaan dan pengusaha sawit yang beroperasi tersebut.  Mereka seperti membiarkan truk melewati ruas jalan dengan membawa muatan melebihi kapasitas. Sehingga, kondisi jalan yang sudah diperbaiki Dinas PU Tarukim kembali rusak parah akibat dilewati truk pengangkut buat sawit tersebut.

Hal ini disampaikan Penghulu Kampung Buantan Lestari Kecamatan Bungaraya Sadeli, ia  mengaku prihatin dengan maraknya truk over tonase yang bebas berkeliaran di wilayahnya. Kendati beroperasi di siang hari, namun dinas Perhubungan dan Polres Siak terkesan membiarkan.

"Percuma setiap tahun diperbaiki, kalau pengawasan tak dijalankan. Lihat saja, truk-truk itu bebas beroperasi melewati jalan yang bukan kapasitasnya. Saya sangat menyayangkan kenapa Pemkab Siak seakan tak peduli dengan kondisi ini, coba lihat sendirilah berapa truk pengangkut CPO yang melintas di Bungaraya setiap harinya ditambah lagi Truk pengangkut buah sawit baik yang ada di Bungaraya maupun dari luar Bungaraya," ungkapnya kepada Piramidnews.com, Jumat (16/6/17).

Hal senada juga disampaikan Penghulu Kampung Jatibaru Rakip. Ia berharap agar intansi terkait lebih peka terhadap truk over tonase yang semakin marak. Menurutnya, kalau selama ini mengurusi jalan rusak terus bagaimana dengan yang belum terbangun.

"Saya sangat berharap kepada intansi terkait khususnya Dishub dan Satlantas Polres Siak, agar lebih peka terhadap kendaraan yang muatannya over tonase. Kalau Pemkab Siak selalu disibukkan dengan memperbaiki jalan yang rusak, gimana dengan jalan yang belum terbangun seperti yang di Dusun Srimersing Kampung Jatibaru ini," katanya.

Dia juga menjelaskan, beberapa ruas jalan di Kecamatan Bungaraya kondisinya sudah mulai hancur. Termasuk jalan yang berada di depan kantor tempat ia bekerja.

"Sama-sama kita lihat, ada beberapa titik ruas jalan di Kecamatan Bungaraya ini sudah rusak parah. Mulai dari Kampung Kemuning Muda, Buantan Lestari hingga ke arah PT TKWL. Yang parahnya lagi di depan kantor Desa ini mas, sudah amblas dan hancur, apa harus menelan korban dahulu baru ada pengawasan ekstra dan perbaikan," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pengairan Umum dan Tataruang (PU Tarukim) Kabupaten Siak melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ardi Irfandi menjelaskan, untuk perbaikan jalan yang ada di Kecamatan Bungaraya biayanya kian meningkat.

"Kalau kita lihat dari sebelum berdirinya PKS TKWL, anggaran yang dikucurkan untuk perbaikan jalan di Bungaraya hanya berkisar Rp 500 Juta. Semenjak berdirinya PKS di sana, setiap tahun makin bertambah. Dan saat ini biaya yang digunakan untuk pemeliharaan saja sudah mencapai Rp 1,5 miliar," kata Ardi.

Sementara itu Ariadi, warga Bungaraya yang saat ini masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Riau ketika melintas di jalan yang rusak tersebut menjelaskan, beberapa bulan lalu, di Bungaraya sudah pernah dilakukan rapat koordinasi antara pihak terkait bersama para pengusaha dan perusahaan. Namun nyatanya, over tonase tetap bebas di Kecamatan tersebut.

"Beberapa bulan lalu intansi terkait yang meliputi Dishub Siak dan Satlantas sudah menggelar rapat koordinasi di Kantor Camat Bungaraya, dan saat itu Kabid BMP Siak sebagai narasumbernya. Namun itu semua sia-sia saja. Nyatanya, over tonase yang terjadi tidak berkurang juga sampai saat ini. Seharusnya pihak intansi terkait harus benar-benar bisa menjalankan UU NO 22 tahun 2009 tentang Angkutan Jalan Raya. Kalau pihak BMP tugasnya membangun jalan, sedangkan untuk pengawasan dan penindakan tentu Dishub dan Satlantas," pungkas Ariadi. (sugianto)

Foto: Keadaan jalan poros Kampung Buantan Lestari Siak rusak parah akibat dilindas mobil truk bermuatan yang melebihi kapasitas.

×