Kamis, 21 Desember 2017 - 21:48:16 WIB

Tim Babako D'Lounge Mengamuk di Jelang Semi Final Siak International Serindit Boat Race

Editor: Administrator | Dibaca: 265
Tim Babako D'Lounge Mengamuk di Jelang Semi Final Siak International Serindit Boat Race

PIRAMIDNEWS.COM - Merasa dicurangi, Manajer Tim Dayung Baboko D'Lounge B.C-B Yusni IB kecewa dan protes serta beberapa atlitnya mengamuk. Protes itu berlangsung menjelang laga semi final Siak Internasional Serindit Boat Race Open Tournament 2017.

Perundingan yang dilakukan Tim Baboko D'Lounge dengan Panitia tak membuahkan hasil, sehingga seluruh atlit Dayung Baboko D'Lounge B.C-B mengundurkan diri dari hadapan panitia sembari membanting-banting kursi serta mengobrak-abrik banner yang dipasang di pagar turap di sekitar areal pertandingan.

"Untuk peraturan sudah disepakati bersama, semua Tim Dayung juga setuju kalau ada tim yang mengambil jalur orang, akan di dis, tapi kenyataan di lapangan tidak," ungkap Yusni kepada awak media di Siak, Riau, Kamis (21/17/17).
 
Yusni juga mengaku bahwa, timnya dicurangi pada babak kuarter final berlaga pada race 17. "Tim kami di Jalur 1, saat menuju finis kami diapit oleh Inhu B dari Jalur 2, dan Podsi Kota Jambi  mengambil jalur kami. Dua tim ini mengambil jalur kami, sehingga kami tidak dapat jalan, seharusnya dua tim itu di-dis. SMU olahraga kena dis karena mengambil jalur orang, kenapa 2 tim ini tidak di-dis, ini benar-benar curang," katanya dengan nada kesal.
 
Awalnya Yusni menerima keputusan dewan juri dan panitia, kalau perlombaan diulang, atau semua tim dari Race 17 semuanya kembali ikut bertanding. Namun kenyataan di lapangan, ada indikasi permainan.

"Kalau sketnya tidak diubah, kami terima. Kami menilai ada kejanggalan, karena babak semi final ini kami dijadwalkan bertanding dengan 5 Jalur. Sementara race lain hanya 4 Jalur. Baru kali ini ada race memakai 5 Jalur. Masalahnya lagi, sesuai sket kami seharusnya di Jalur 2, namun saat mau dimulai, kami dipindah ke Jalur 5, ini menandakan ada permainan," tegas Yusni.
 
Berdasarkan sket yang telah disebarkan panitia, memang benar seharusnya Dayung Baboko D'Lounge B.C-B berada di posisi Jalur 2. Namun saat laga semi final, sket berubah. "Protes yang kami sampaikan tidak ditanggapi, jadi kami ambil sikap mundur secara terhormat. Biar tidak dapat gelar juara," tegasnya.
 
Senada disampaikan Almuzakir, ia meminta ketegasan panitia dan dewan juri. "Ini iven internasional, kenapa tidak tegas. Yang mengambil jalur orang ya wajib di-dis. Jangan ada permainan," tegas Almuzakir.
 
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Dr Fauzi Asni mengaku sebagai panitia pihaknya telah memanggil 4 tim yang berlaga dirace 17 babak kuarter final.

"Race 17 tidak bisa kita putuskan siapa pemenangnya, sementara semua tim tidak mau diulang. Sehingga diambil kebijakan ke empat tim lolos ke semi final. Namun ada penambahan jalur. Race 17 kemarin yang menjadi penegasan bagi race selanjutnya, siapa yang mengambil jalur orang kena dis," tegas Fauzi Asni.
 
Race 17 kemarin merupakan laga pertama babak kuarter final. Sementara kasus memotong jalur orang pertama terjadi di Race 17. "Kemaren kita buat rapat evaluasi, semua manajer tim kita undang. Kalau tidak terima, kenapa tidak di forum disampaikan, sudah mau bertanding baru perotes," kata Fauzi Asni.

Menurut Fauzi Asni, kejadian seperti ini hal yang wajar, karena namanya pertandingan, apa lagi iven besar seperti ini, pasti ada saja masalah yang dihadapi panitia. "Namun semuanya sudah selesai dan sukses acara ini," pungkasnya setelah pembagian hadiah di depan Istana Siak. (sugianto)
 
Foto: Terlihat banner di sekitar areal pertandingan ambruk akibat amukan atlit Dayung Baboko D'Lounge B.C-B yang merasa dicurangi.

×