Minggu, 31 Maret 2019 - 10:31:35 WIB

Sempat Minta Tebusan 100 Juta, Pelaku Penculikan Anak di Siak Berhasil Diamankan

Editor: Administrator | Dibaca: 34
Sempat Minta Tebusan 100 Juta, Pelaku Penculikan Anak di Siak Berhasil Diamankan

PIRAMIDNEWS.COM - Aksi penculikan anak dengan modus meminta uang tebusan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Siak, Rabu (27/3/2019). Beruntung RGS alias Radi bocah 8 tahun yang duduk di kelas 3 SD itu berhasil kabur dari sekapan pelaku.

Pelaku yang berhasil melancarkan aksi penculikannya itu masih dengan modus yang sama yakni meminta uang tebusan kepada orangtua korban sebesar 100juta. Menurut  Jainal Alias Ucok (45) warga tempatan, sebelumnya melihat pelaku berinisial DN (37) itu membawa korban ke arah Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak.

"Kami bersama masyarakat tadi malam sampai pagi mencari Radit, dan tadi bagi dapat kabar Radit sudah ditemukan di Tumang, kami tak pakai menunggu, langsung ke Tumang dan berhasil bertemu dengan Radit, sesampai di sana Radit menangis dan saya peluk, lalu Radit bercerita bahwa dia diikat kaki, tangan dan mulutnya. Setelah itu ditinggal di tengah hutan. Alhamdulillah  kaki Radit yang diikat bisa lepas, dan Radit mencoba melarikan diri di tengah hutan dan menerobos kebun karet milik warga yang jaraknya sangat jauh hingga menjumpai rumah warga di tengah malam yang gelap gulita, sempat juga Radit tertidur di jalan menuju rumah warga," cerita Ucok dengan berlinang air mata setelah menjemput Radit kepada Piramidnews.com, Kamis (28/3/2019).

Setelah itu, kata Ucok, Radit juga menceritakan bahwa pelaku sempat membentaknya untuk diam dan tak banyak bicara, kerena pelaku membawa karung, Radit diam karena takut dimasukin ke dalam karung. Radit juga menyebutkan pelaku sebenarnya tidak marah sama dia, tapi sama bapaknya," jelas Ucok sambil mengusap matanya yang berair.

Hal itu dibenarkan Kapolres Siak AKBP Ahmad David SIK melalui Kasat Reskrim Polres Siak AKP Muhamad Faizal Ramzani. Menurut informasi pada Rabu 27 Maret 2019 sekira pukul 21.30 WIB, sebelumnya telah datang seorang laki-laki bernama Jaenal Jeje yang melaporkan kejadian penculikan anak di bawah umur tersebut.

Saat itu pelapor sedang berada di Kampung Empat Puluh dalam hal berobat dan menerima kabar dari sang istri melalui pelapor dengan menggunakan sambungan kontak seluler (handphone). Bahwasanya korban diketahui dibawa oleh seseorang yang diduga pelaku menggunakan sepeda motor merk Revo.

Mendapat kabar tersebut kemudian pelapor pulang ke rumah yang berada di Kampung Tuah Indrapura dan melihat di sekitar rumah dalam keadaan telah ramai oleh tetangga.

Selanjutnya pelapor menceritakan kepada orangtua korban atas kejadian tersebut. Setelah mendengar kejadian itu lalu pelapor mendatangi Mapolsek Bunga Raya untuk melaporkan atas kejadian tersebut.

Atas dasar peristiwa itu pula korban (pelapor) kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib (Polri), ke Mapolsek Bunga Raya untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut.

"Atas laporan ayah korban tersebut kemudian tim melakukan penyelidikan tentang keberadaan pelaku yang membawa korban bernama Rehan Ganda Saputra (8) tersebut. Menurut informasi dari saksi-saksi di TKP yang melihat kejadian itu melihat pelaku membawa korban dengan menggunakan sepeda motor Revo ke arah Kecamatan Sungai Mandau saat itu," terang Kapolres Siak AKBP Ahmad David SIK melalui Kasat Reskrim Polres Siak AKP Muhamad Faizal Ramzani.

Kemudian, kata Kasat Reskrim, pada Rabu 28 Maret 2019 sekira pukul 06.00 WIB, tetangga korban dan memberitahukan ke keluarga korban bahwa adiknya diinfokan keberadaanya di kediaman Kadus Tumang Kecamatan Siak.

Selanjutnya warga bersama anggota Polri mengecek keberadaan korban Rehan Gandra Saputra di kediaman Kadus Desa Tumang Sutrisno. Setelah bertemu, korban dibawa kembali ke Bunga Raya kemudian dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Bunga Raya untuk dilakukan visum.

"Korban yang berhasil kabur dari sekapan pelaku, kemudian meminta bantuan warga sekitar, saat korban mendapatkan keamanan dari warga, pelaku pun mencoba melarikan diri ke arah Kecamatan Tualang (Perawang), pelakupun berhasil ditangkap Tim Opsnal Polres Siak sekira pukul 10.00 WIB tepatnya di Jalan Sungai Perawang (Naga) Desa Pinang Sebatang Barat," jelas AKP Muhamad Faizal Ramzani.

Sebelum dilakukan penangkapan terhadap pelaku, pada Rabu 27 Maret 2019 sekira pukul  23.17 WIB, pelaku mengirim pesan (sms) kepada ibu korban agar tidak melapor Polisi.

"Jangan lapor polisi, besok sediakan uang bawa ke danau cincin sendirian, jangan ada yang kawal. anakmu Radi ada sama aku!!!", pesan dari pelaku yang diterima oleh ibu korban saat itu.

Sedangkan untuk pesan (sms) kedua itu bertuliskan uang sebesar "100JT", selanjutnya Unit Reskrim Polsek Bunga Raya bersama dengan anggota Buser Polres Siak melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Saat itu diketahui bahwa korban dilarikan ke arah Kecamatan Sungai Mandau, sekira pukul 01.30 WIB, korban mengaku berhasil kabur dari sekapan pelaku dan meminta perlindungan kepada warga setempat.

"Pelaku telah tim amankan beserta barang bukti berupa 1unit sepeda motor merk Honda Revo warna hitam tanpa plat, 1 unit handphone strawberri warna biru gelap, 1 stel baju dan celana warna merah putih dengan gambar tayo, 1 gulung lakban, 5 lembar lakban warna kuning, satu handphone merk Nokia 105 warna hitam, 1 helmet merk RDX dan 1 jeket warna merah hitam bertuliskan Yamaha," imbuh Kasat Reskrim.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti tersebut dibawa ke Mapolres Siak guna proses penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. (sugianto)

Foto: Keluarga Radit saat foto bersama.

×