Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:27:37 WIB

Lakukan Perlawanan, Pemilik Senpi Tak Berizin Dibekuk Polisi di Kandis

Editor: Administrator | Dibaca: 87
Lakukan Perlawanan, Pemilik Senpi Tak Berizin Dibekuk Polisi di Kandis

PIRAMIDNEWS.COM - Pemilik senjata api (senpi) jenis pistol inisial BH (18 tahun) warga Kampung Kandis Godang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, terpaksa dilumpuhkan pihak kepolisian Polres Siak lantaran ketika dalam penangkapan melakukan perlawanan. Pistol yang dimiliki tersangka adalah peninggalan dari orang tuanya yang sudah meninggal yang rencananya akan dijual.

Pembekukan BH dibenarkan Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK kepada awak media, bahwa Unit Reskrim Polsek Kandis telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang memiliki senjata api rakitan jenis pistol pada, Senin (9/10) sekira pukul 21.00 WIB. “Tersangka diamankan di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri Km 80, di Kampung Kandis Godang, Kandis,” ujar Kapolres.

Terungkapnya kasus ini diawali ketika adanya informasi yang didapat oleh Tim Opsnal Polsek Kandis yang mengatakan, bahwa tersangka akan melakukan transaksi jual senjata api. Mendengar info itu, Tim Opsnal Reskrim Polsek Kandis melakukan penyelidikan, di dapat informasi bahwa tersangka berada di TKP penangkapan.

Tim opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kandis AKP M Simanungkalit langsung melakukan pengepungan. Saat itu tersangka berusaha melarikan diri sambil berusaha mengeluarkan benda yang diduga senpi dari dalam tasnya.

"Melihat kondisi ini, Tim Opsnal memerintahkan tersangka berhenti dan Bripka Goklas Tobing memberikan peringatan dengan cara melakukan penembakan ke atas sebanyak satu kali, tetapi tersangka tetap tidak menghiraukan tembakan. Karena diduga dapat membahayakan personel, Bripka Frangky Jimmi melakukan penembakan ke arah kaki tersangka dan mengenai paha sebelah kanan kira-kira 5 cm di atas dengkul," jelasnya.

Tersangka tetap melarikan diri dan sempat bergumul dengan Brigadir Hendrio hingga akhirnya tersangka dapat diamankan ke Polsek Kandis bersama seorang saksi teman tersangka. Begitu tas tersangka dibongkar polisi, ditemukan senpi rakitan yang terbungkus plastik warna hitam beserta amunisi.

“Ketika dilakukan pemeriksaan, tersangka mengatakan bahwa senpi rakitan tersebut diperoleh dari almarhum ayah kandungnya yang sudah meninggal satu tahun yang lalu,” ujarnya.

Terkait kondisi luka tersangka mengalami tembak pada paha kanan, tembus dan tidak mengenai tulang paha, saat ini tersangka dalam keadaan sadar.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan satu pucuk senpi rakitan warna hitam, gagang plastik warna coklat mirip jenis revolver dengan lobang silinder sebanyak 6 buah dan di dalam silinder ditemukan 1 cartridge kuningan.

Juga mengamankan tas sandang warna biru terbuat dari kain yang berisikan 9 butir cartridge yang di ujungnya tertempel peluru jenis senapan angin dan 1 batang besi bulat padat sepanjang 15 cm.

"Usai menangkap tersangka, polisi melakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan rumah tersangka di Km 84, Kampung Kandis. Di rumah tersangka ini polisi berhasil mengamankan, satu pucuk benda mirip senjata api yang terbuat dari plastik warna hitam, 52 butir cartridge kuningan yang di ujungnya ditempelkan jenis peluru senapan angin," jelasnya lagi.

Selain itu juga diamankan 104 butir Cartridge kuningan merek Super Fix PL 22 yang berisi mesiu, 1 kotak peluru senapan angin yang terbuat dari timah, 200 butir peluru senapan angin yang juga terbuat dari timah.

Lebih lanjut  Barliansyah mengatakan, bahwa tersangka dikena Pasal 1 undang Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana selama 20 tahun penjara. (sugianto)

Foto: Tersangka BH dan sejumlah BB yang diamankan Polres Siak

×