Jumat, 11 Januari 2019 - 22:36:53 WIB

Duuh, Oknum Humas PT Ini Diduga Ancam Wartawan Siak

Editor: Administrator | Dibaca: 139
Duuh, Oknum Humas PT Ini Diduga Ancam Wartawan Siak

PIRAMIDNEWS.COM - Tidak terima proyek rumah susun sewa (Rusunawa) tahun 2018 di Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang diberitakan karena belum rampung pengerjaannya, Oknum Humas PT Putra Meranti LHT selaku kontraktor pelaksana Rusunawa tahun 2018 diduga mengancam wartawan melalui handphone.

Hal itu berawal saat Wartawan Riau Bernas.com Irvan Zaiza sedang melakukan peliputan perihal pembangunan Rusunawa yang belum selesai,  padahal sudah memasuki tahun 2019.

"Kau jangan main-main sama aku ya, jangan main-main sama aku ya, kau pencemaran nama baik kau, kau gak ngerti, jangan sok sok ngerti kau," sebut LHT melalui seluler, Minggu kemaren dengan nada keras.

Usai mencaci maki awak media, Ia kembali melontarkan kata-kata diduga mengancam."Udah udah diam kau, pokoknya kau hati-hati sama aku ya, kenak nama kau aku buat ya," ancam dia sembari menutup handphone.

Seperti yang tertera di plang nama proyek, proyek Rusunawa itu dilaksanakan oleh PT Putra Meranti, sedangkan nama pekerjaannya adalah pekerjaan pembangunan rumah susun pekerja Riau 3 dengan nilai kontrak 12.602.822.000 tahun 2018, sedangkan masa pekerjaan adalah 210 hari kelender, untuk Konsultan pengawasnya adalah PT Bumi Marna Indonusa.

Terkait Anggota PWI Siak diancam oleh oknum, Plt Ketua PWI Siak Soleman Sihotang angkat bicara, pihaknya  tak akan tinggal diam dan akan melaporkan oknum tersebut ke penegak hukum.

"Terkait  anggota PWI Siak Irvan zaiza yang diduga diancam oleh Humas PT Putra Meranti LHT karena pemberitaan Rusunawa yang belum rampung, kami geram dan akan mendampingi anggota kami untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Kita tak akan tinggal diam, bila ada anggota kita yang mendapat ancaman dari siapapun. Kita akan tindak lanjuti masalah ini," ujar Soleman Sihotang.

Dijelaskan Soleman, pihaknya melaporkan masalah ini kepada penegak hukum, karena sudah jelas setiap wartawan yang melakukan tugasnya dilindungi undang-undang PERS No.40 tahun 1999. Untuk itu dirinya tengah bersama anggotanya Irvan Zaiza dan rekan-rekan lain untuk mengumpulkan bukti, mulai dari status di FB serta rekaman yang diduga mengancam itu. "Pengancaman oleh oknum humas perusahaan ini terhadap wartawan Zaiza sudah mengganggu kebebasan pers," pungkasnya.  (sugianto)
    
Foto: Kebebasan pers (ilustrasi/net)    


×