Minggu, 21 Januari 2018 - 20:04:29 WIB

Tingkatkan Produksi Pertanian, Petani di Pasir Maju Rohul Sudah Gunakan Alsintan Canggih

Editor: Administrator | Dibaca: 262
Tingkatkan Produksi Pertanian, Petani di Pasir Maju Rohul Sudah Gunakan Alsintan Canggih

PIRAMIDNEWS.COM - Saat ini, para petani padi yang ada di Desa Pasir Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau,  sudah menggunakan alat mesin pertanian (Alsitan) yang canggih, dari mulai menggarap sawah, menamam, hingga memanen padi.

Saat melihat prosesi panen padi sawah oleh petani di Desa Pasir Maju, Kamis (18/1/2018), seorang operator alat pemanen padi (combine) yang menyerupai tank mini bertenaga diesel, tengah mengoperasikan alat di kawasan pertanian milik petani yang saat itu memanen padi ketan.

Hasilnya, mesin canggih mirip tank lapis baja tersebut, bekerja maksimal yakni memilah gabah ketan yang siap panen langsung masuk ke dalam karung, yang dikumpulkan seorang pembantu operator mesin canggih tersebut.

“Alat ini memilah langsung gabah padi ke dalam goni yang sudah disiapkan, pada bagian belakang alat, sementara alat terus berjalan mengitari padi atau ketan yang siap dipanen. Hasilnya juga cukup maksimal, bahkan dalam sehari bisa memenen hingga 1,5 hektar padi di sawah yang siap panen,” jelas operator alat pemanan padi, dari kelompok tani (Koptan) Maju Setia Desa Pasir Maju,  Nurhidayat alias Aji.

Alat pemanen padi yang dimiliki Koptan Maju Setia ada 4 unit, 3 lainnya jenis Putata yang merupakan bantuan hibah dari Dinas Pertanian dan Holtikultura Rohul tahun 2015. Sedangkan jenis Combine ada 1 unit juga bantuan hibah tahun 2016, dan baru dioperasionalkan setahun ini.

“Juga ada Alsitan untuk menanam padi (tlanplanster) 2 unit, kemudian bantuan hibah  untuk bajak sawah 4 unit. Dimana sistim pengelolaannya dilakukan Koptan, dengan sistim bagi hasil dengan petani, seperti saat penen padi dari 7 karung gabah panen yang dihasilkan kita mendapat 1 karung. Kemudian, sistim bagi hasil pekerja dan Koptan, 1 karung gabah hasil yang didapat dibagi 4. Misalnya kita bekerja dua orang, diberikan, 1 lainnya untuk perawatan mesin dan 1 bagian lagi untuk kas koptan,” kata Aji.

Aji mengaku, saat ini sawah untuk lahan pertanian padi yang ada di Desa Maju mencapai 100 hektare lebih. Hanya saja, karena ada sekitar 20 hektare lebih yang alih fungsi menjadi kebun kelapa sawit dan karet luasnya menjadi sekitar 80 hektare lagi.

Dengan lengkapnya alsintan yang ada di Koptan hibah dari pemerintah untuk petani, saat ini petani sudah tidak lagi terjun ke sawah. Karena, mulai membajak sawah, menanam padi hingga panen padi sudah ada alsitan canggih dan modern. Tinggal dioperasikan seorang operator, alsintan tersebut sudah bisa garap lahan pertanian padi sawah petani di desa itu.

“Hasilnya juga maksimal, selain mudah dioperasionalkan waktu pengerjaan dari bajak, menanam padi hingga panen juga singkat. Kalau panen padi, biasanya untuk satu hektare bisa butuhkan waktu seminggu atau lebih, dengan alat canggih ini 1,5 hektare padi sawah siap dipanen,” katanya lagi.

Sekrang ini, sebut Aji, petani sudah tidak lagi hanya bertani padi. Karena, sudah alat canggih yang membantu pekerjaan petani, sehingga diharapkan dengan adanya alsintan canggih maka ke depannya petani di Rohul akan meningkat produksi pertaniannya sehingga pendapatan dan penghasilan petani meningkat. (Mad)


Foto: Seorang operator alat pemanen padi (Combine) yang menyerupai tank mini bertenaga diesel, tengah mengoperasikan alsintan di kawasan pertanian milik petani.
    

×