Sabtu, 25 November 2017 - 07:23:40 WIB

Kadisdikpora: Rohul Masih Kurang 2.300 Guru PNS Tingkat SD dan SMP

Editor: Administrator | Dibaca: 159
Kadisdikpora: Rohul Masih Kurang 2.300 Guru PNS Tingkat SD dan SMP

PIRAMIDNEWS.COM - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rokan Hulu (Rohul) mengakui, saat ini Rohul masih kekurangan sekitar 2.300 orang guru PNS. “Saat ini, kita masih kekurangan sekitar 2.300 guru, baik tungkat SD SMP,” tegas Kadisdikpora Rohul Drs H Ibnu Ulya SPd, Kamis (23/11/2017).

Menurut Kadisdikpora,  guna mencerdaskan anak bangsa dan generasi muda Rohulyang berkualitas, peran guru merupakan hal yang paling penting.

Namun di Negeri Suluk Berpusaka Nan hijau, masih kekurangan guru pengajar karena saat ini, Rohul memerlukan ribuan guru demi mencerdaskan generasi muda Rohul. "Kita masih kekurangan sekitar 2300 guru, untuk Sekolah dasar (SD) dan Sekolah menengah pertama (SMP)," kata Ibu Ulya, Kamis (23/11/2017).

Tambahnya, bila kekurangan tersebut sesuai dengan jumlah guru honor komite yang ada di Rohul berjumlah sekitar 2300 orang, yang tersebar di seluruh kecamatan di Rohul.

"Jumlah guru komite 2300 orang, itulah kekurangan guru kita, jadi dimasukkan pada honor komite dengan gaji ya bisa dibilang sangat rendah lah," terangnya.

Jelasnya, guru komite ini digaji melalui dana Biaya oprasional Sekolah (BOS) yang memang jumlah dana yang didapat tidak ‎sama dengan sekolah yang jumlah muridnya banyak.

Lebih lanjut dijelaskanya, yang saat ini menjadi permasalahan adalah kesejahteraan para guru honor, terlebih guru honor komite yang hanya dibayarkan setiap bulan sekitar Rp300-Rp700 ribu.

"Tidak semua bisa ditunaikan dengan dana BOS, kalau sekolahnya besar dan muridnya banyak ok lah bisa, kalau sekolahnya kecil, tentunya honor yang didapatkan guru juga kecil," terangnya.

Diakuinya, ‎sementara pemerintah belum bisa menganggarkan untuk mengangkat guru honor komite menjadi honor daerah, pasalnya saat ini jumlah honor daerah di Rohul sudah mencapai sekitar 750 orang.

Persoalan kesejahteraan guru honor komite, diakuinya lagi, sangat sulit dipecahkan, dan harus bersama serta bersinergi dengan masyarakat, pelaku usaha dan perusahaan. Bila masyarakat sekitar memang prihatin dengan kesejahteraan guru honor, tentunya bisa ikut meningkatkan kesejahteraan guru tersebut secara bersama-sama, namun itu bukan kutipan namun ke keikhlasan dalam rangka memperbaiki kesejahteraan para guru honor.

“Memang peran masyarakat sangat dibutuhkan, terlebih pelaku usaha dan perusahaan di sekitar, tentunya dengan membantu kesejahteraan guru honor akan menyemangati para pahlawan tanpa tanda jasa ini untuk memberikan ilmu kepada anak-anak kita," ucapnya.

Ibnu Ulya juga mengakui untuk pengangkatan guru PNS juga belum ada, padahal setiap tahun ada 30 sampai 40 guru yang pensiun. Seharusnya ini diimbangi dengan jumlah guru yang masuk.

“Kita berharap para guru honor komite dan daerah untuk tetap bersemangat dalam mencerdaskan anak-anak Rohul, demi tercapainya SDM yang berkualitas,” ucapnya. (Mad)

Foto: Kadisdikpora Rohul H Ibnu Ulya

×