Kamis, 18 Januari 2018 - 00:09:03 WIB

Dari Rekontruksi Pembunuhan Pekerja Torganda, JPU Kejari Rohul Akui Temukan Fakta Baru

Editor: Administrator | Dibaca: 213
Dari Rekontruksi Pembunuhan Pekerja Torganda, JPU Kejari Rohul Akui Temukan Fakta Baru

PIRAMIDNEWS.COM - Kejaksaaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Ro‎hul) dan Penyidik Polsek Tambusai serta Tim Identifikasi Polres
Rohul, menggelar rekontruksi pembunuhan oleh tersangka Jefri Butar Butar (21) terhadap rekan kerjanya Yanto Sibarani (40).

Rekontruksi di TKP tersebut dimulai Rabu (17/1/2018) pukul 11.00 WIB dan berakhir pukul 15.30 WIB itu dihadiri Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman dan anggota, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rohul M Juan Sitorus dan Jaksa Faisal serta Tim Identifikasi dari Polres Rohul.

Tersangka Jefri yang bekerja sebagai pencuci kendaraan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Torusganda (Torganda), Kecamatan Tambusai,‎ terhadap rekan kerja sekaligus tetangganya, Yanto Sibarani terjadi, Rabu (20/12/17) sekitar pukul 11.00 WIB lalu.

Korban yang berdomisili di Perumahan Torganda Desa Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai  meregang nyawa dengan enam luka bekas tusukan pisau di bagian dadanya. Pelaku yang kalap juga menggorok leher korban di cucian mobil di PKS PT Torganda.

Kekerasan berujung kematian tersebut ditengarai karena pelaku sakit hati terhadap korban. Saat rekontruksi, pelaku Jefri mengaku tersinggung karena sering diolok korban Yanto dengan ejekan 'Kamu gila'.

Dikatakan JPU Kejari Rohul M Juan Sitorus,  dari rekontruksi dengan 18 reka adegan di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut, pihak Kejaksaan menemukan bukti dan fakta serta saksi baru.

Sebutnya, saat rekontruksi tersangka Jefri dapat menceritakan secara detail, mulai mengambil pisau di dapur rumahnya, hingga dirinya membunuh korban Yanto dengan cara sadis.

Katanya lagi, sebelum ke TKP, tersangka Jefri sempat mampir di pondok yang jaraknya sektar 50 meter dari TKP. Di pondok itulah, pelaku mengatur siasat bagaimana menghabisi korban Yanto.

Saat di TKP persisnya di tempat cucian mobil PKS Torganda, pelaku sempat duduk dan berpikir. Dendamnya meluap setelah
korban Yanto menegurnya dan menyuruhnya menjauh karena korban sedang mencuci mobil saat kejadian, "Awas kau, jangan di situ, nanti kena air".

"Karena ditegur seperti itu, pelaku (Jefri) langsung menusuk korban. Saat itu korban sempat berlari 5 meter namun rubuh, tersangka mengejar korban dan kembali melakukan penusukan ke bagian perut korban sebanyak 2 kali," kata Juan, Kamis (18/1/2018) sore.

Kemudian, disaat tersangka sedang membersihkan darah di tangannya, datang teman korban lainnya. Melihat korban terkapar, saksi terkejut dan pergi dari TKP, untuk memanggil Danton pengamanan PT Torganda.

Saat berada di TKP, Danton bersama sejumlah anggota tidak bisa berbuat banyak. Melihat petugas pengamanan, tersangka Jefri
bukannya takut, justru ia menghampiri mayat Yanto yang sudah terkapar, dan mencabut pisau dari perut korban.

Tersangka Jefri malah semakin kalap, dirinya  menghampiri mayat korban, mencabut pisau dari perut korban dan menggorok leher korban dan menusukkan kembali ke perut korban. "ketika  itu tersangka diamankan dan dibawa ke Pos Security, selanjutnya diserahkan ke Polsek Tambusai," ungkap Juan.

Pada  gelar perkara, kata Juan, motif tersangka Jefri menghabisi korban Yanto karena dendam lama. "Alasan pelaku, korban sering mengolok-olok dengan sebutan 'Kamu gila'. Itu pengakuan tersangka saat rekontruksi," terangnya.

Atas perbuatannya serta ada unsur perencanaan, jelas Juan, tersangka Jefri sementara dijerat Pasal 340 Jo 338 KUHPidana dengan ancaman kurungan seumur hidup dan bisa ancaman hukuman mati.

Dari hasil rekontruksi tersebut, tutur Juan, muncul fakta baru dan saksi baru. Jaksa akan meminta Polsek Tambusai untuk memeriksa saksi baru guna melengkapi berkas dakwaan. "Bila sudah terpenuhi akan kita P21 kan, dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian untuk disidangkan," ucap Juan.‎ (Mad)


Foto: Rekonstruksi pembunuhan korban Yanto Sibarani yang digelar Kejari Rohul dan pihak Kepolisian di TKP PKS PT Torganda, Rabu kemarin.

×