Senin, 11 September 2017 - 18:22:49 WIB

Soal Jumlah Tunggakan Pajak Listrik RAPP, Pemkab Pelalawan akan Gandeng BPK Lakukan Audit

Editor: Administrator | Dibaca: 45
Soal Jumlah Tunggakan Pajak Listrik RAPP, Pemkab Pelalawan akan Gandeng BPK Lakukan Audit

PIRAMIDNEWS.COM - Jumlah tunggakan Pajak PT RAPP di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, hingga kini masih simpang siur. Pasalnya, dari informasi perhitungan pihak Badan Pengelolaan Keuangan  dan Aset Pelalawan terdapat tunggakan sebanyak Rp 43 miliar berupa tunggakan pajak Listrik yang belum dibayar oleh perusahaan bubur kertas kepada Pemkab pelalawan.

Sedangkan jumlah tunggakan pajak PT RAPP diekspos pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan kepada media massa pada bulan
lalu hanya Rp 31 miliar terkait rencananya akan memanggil pimpinan manajement PT RAPP.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Pelalawan Devidson MH melalui
Kabid Penagihan BPKAD Pelalawan Edison SPd kepada media belum lama ini di kantornya mengakui bahwa kalau hasil perhitungan
pihak Pemkab Pelalawan sendiri berdasarkan jumlah kapasitas listrik yang dimiliki PT RAPP Pangkalan Kerinci berdasarkan surat izin pembangunan pembangkit listrik yaitu sebanyak 500 MGW.

”Dengan kapasitas listrik yang dimiliki perusahaan itu maka setelah kami hitung jumlah total tunggakan pajak listrik yang belum dibayar RAPP kepada Pemda Pelalawan sebesar Rp 43 miliar. Namun pihak manajement RAPP menghitung jumlah pajak listrik hanya berdasarkan jumlah listrik yang dipakainya,” terang Edison.

Dengan terjadinya perbedaan penghitungan jumlah tunggakan pajak antara pihak Pemkab Pelalawan dengan pihak PT RAPP,  kata  
Edison, pihak Pemkab Pelalawan berencana menggandeng BPK untuk melakukan audit terhadap jumlah pajak listrik yang harus
dibayar pihak PT RAPP pada Pemkab Pelalawan.

”Supaya jangan terjadi perbedaan salah hitung jumlah pajak listrik yang harus dibayar RAPP itu maka kami berencana akan
menggandeng BPK untuk meminta bantuan melakukan audit terkait berapa sebenarnya jumlah pajak listrik yang harus dibayarkan
pihak perusahaan tersebut pada Pemda Pelalawan. Karena kalau merujuk pada hasil perhitungan jumlah pajak dari pihak RAPP sangat jauh bedanya dari jumlah hasil perhitungan yang kami lakukan. Untuk itu, supaya jangan terjadi perbedaan itu, maka kami akan minta bantuan BPK untuk melakukan audit," tegasnya.

Sementara informasi jumlah tunggakan pajak PT RAPP, Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan Tetty Syam SH kepada media pada,  Selasa (29/8/17) lalu menyebut sebanyak Rp 31 miliar jumlah tunggakan pajak PT RAPP yang harus dibayar kepada Pemkab
Pelalawan, dan hingga kini baru dicicil kepada Pemkab Pelalawan sebesar Rp3 miliar.

“Untuk itu, kita akan panggil kembali pimpinan manajemen RAPP tersebut. Pihak RAPP sendiri hanya mengakui hutang tunggakan
pajaknya kepada Pemda Pelalawan sebesar Rp 9 miliiar. Sedangkan dari perhitungan Pemkab Pelalawan jumlah tunggakan pajak
RAPP sebesar Rp 31 miliar,” terang Kajari pada media ini bulan lalu. (suhemri hasan)
    

Foto: Lokasi pabrik PT RAPP di Pangkalan Kerinci

×