Rabu, 27 Maret 2019 - 23:29:05 WIB

Hati-hati, Jangan Terkecoh Lowongan Kerja Palsu!

Editor: Administrator | Dibaca: 36
Hati-hati, Jangan Terkecoh Lowongan Kerja Palsu!

PIRAMIDNEWS.COM - Masyarakat diimbau jangan mudah terkecoh oleh lowongan kerja palsu mengatasnamakan PT Chevron Pasific
Indonesia (CPI). Jika masyarakat menemukan penipuan proses penerimaan karyawan Chevron, bisa melapor ke selectionadmin@chevron.com disertai bukti-bukti dugaan penipuan.

Hal tersebut disampaikan Manajer Corporate Communication PT CPI, Sonitha Poernomo dalam Sharing Sassion, Waspada Penipuan
Lowongan yang ditaja, Selasa (26/3/2019) di Coz'Place Kitchen & Lounge Pekanbaru. "Semua informasi resmi lowongan kerja Chevron hanya diumumkan melalui website www.indonesia.chevron.com atau email dengan domain @chevron.com. Kalau ada informasi lowongan kerja yang disebarkan selaian website itu, sudah pasti itu bohong," jelas Sonitha.

PT CPI juga tidak pernah memungut biaya apa pun dari pelamar. "Bila ada permintaan transfer sejumlah uang ke akun tertentu, baik atas nama individu, biro atau apa pun itu, itu jelas bukan pihak Chevron," tambah Sonitha.

Lowongan kerja palsu dengan menampilkan gaji dan jabatan menggiurkan bukan cerita baru di Indonesia. Perusahaan yang memiliki reputasi baik, sering menjadi sasaran oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan. "Dengan adanya informasi yang tidak benar ini, sudah pasti merugikan masyarakat pada umumnya dan nama baik PT CPI. Masyarakat harus mewaspadai informasi hoax semacam ini," jelasnya.

Menurut Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Nugroho yang juga hadir pada Sharing Sassion siang itu, sejak pertengahan tahun 2018 hingga Januari 2019, isu hoax di Indonesia cenderung meningkat. Sepanjang Januari 2019 kenaikannya hingga 20 persen. Hoax terbesar beredar melalui facebook, twitter dan whatapp. "Di media sosial, hoax politik yang mendominasi. Dan penyebar hoax paling banyak berusia 30 tahun ke atas," ungkap Septiaji.

Dampak hoax bisa sangat serius. Tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga bisa menghilangkan nyawa. Oleh sebab itu hoax harus diberantas. Karena problemnya kompleks, maka penanganannya juga sangat kompleks. Verifikasi saja tidak cukup, karena dampak dari verifikasi tidak sebesar hoax itu sendiri. Penyebaran hoax lebih masif dibandingkan verifikasinya.

"Masyarakat harus memiliki pengendalian diri terhadap hoax. Para pakar juga harus bermedsos. Sebuah isu kesehatan yang beredar, apakah itu hoax atau tidak, yang paham adalah pakar kesehatan. Demikian pula isu finansial, bencana, terorisme, politik dan lain sebagainya. Para pakar perlu bermedsos untuk menjelaskan hoax tersebut. Hoax ini harus menjadi tanggung jawab bersama," pungkas Septiaji. (WD Utami)

Foto: Sharing Sassion, Waspada Penipuan Lowongan yang ditaja, Selasa (26/3/2019) di Coz'Place Kitchen & Lounge Pekanbaru.

×