Senin, 26 Maret 2018 - 23:19:22 WIB

Alhendri Tanjung SH MH CLA (Advokat): Setiap Warga Negara Harusnya Melek Hukum

Editor: Administrator | Dibaca: 359
Alhendri Tanjung SH MH CLA (Advokat): Setiap Warga Negara Harusnya Melek Hukum

"Icnorantia iuris nocet yang artinya Ketidaktahuan akan hukum, mencelakakan," ungkap Alhendri Tanjung SH MH spontan saat ditemui di ruang kerjanya,  Senin (26/3/2016).

Sambungnya, “masyarakat harus tahu dan mengerti akan hukum terutama yang berhubungan langsung dengan  masyarakat seperti terkait perjanjian jual beli, leasing, hukum niaga, agraria atau perjanjian kredit. Makanya sebaiknya  setiap warganegara harus melek hukum," tegas Alhendri.

Mengapa kita harapkan warga harus melek hukum? "Apabila masyarakat sudah melek hukum, maka masyarakat bersangkutan akan  tidak menjadi objek kesewenangan hukum, yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat itu sendiri," jelasnya.

Dalam pelaksanaan dan penerapan hukum, negara menganggap masyarakat sudah mengerti dan paham dengan hukum dan perundang-undang yang diterapkan, namun ternyata tidak demikian adanya. Akibatnya, karena ketidak-tahuannya, masyarakat menjerit bahkan pasrah sehingga tetap berada di pihak yang lemah bahkan kalah.

Sosok pengacara muda dan energik Alhendri, kelahiran Pariaman Sumatera Barat pada 9 Juli 1974 ini adalah lulusan S1 Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) yang diselesaikannya tahun 1998.  Begitu kuliahnya selesai di Andalas, diapun magang di Kantor Pengacara Ade Waldemar (Alm). Itulah kali pertama Alhendri merasakan pengalaman di dunia legal.

Posisinya sebagai legal di Kota Padang semakin eksis ditandai dengan mulai adanya sejumlah  perusahaan maupun perorangan yang jasa bantuan hukumnya. Tahun 2010, Alhendri pengagum sang pengacara legendaris Adnan Buyung Nasution ini, sudah menjadi penasihat hukum Dekopin Sumbar dan ikut mendirikan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumbar bersama para aktivis lainnya di Kota Padang.

Ini pula yang menginspirasinya untuk mendirikan PBHI Riau tahun 2004. Ia juga pernah ikut Diklat Hukum di LBH Padang tahun 1994 dan sebagai peserta Diklat Personalia dan HRD yang diselenggarakan Kopma Unpad Bandung.

Alhendri saat ini telah membuka kantor Advokat bernama Alhendri Tanjung & Rekan yang berada di jantung Kota Pekanbaru persisnya di Jalan Pepaya No. 10 A, Pekanbaru, Riau. Meski telah berkantor sendiri dan kelihatan mulai mapan mencapai  kesuksesan, namun Alhendri tetap saja ingin menambah ilmu pengetahuan dan wawasan akan ilmu hukum. Demikian juga halnya  di organisasi advokat juga diikutinya.

"Agar profesi kita sebagai pengacara berkembang dan maju, belar dan terus belajar mengasah dan meningkatkan ilmu  pengetahuan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar. Bila ada kesempatan untuk belajar, ambil saja kesempatan itu,  jangan buang-buang waktu. Kalau tidak, kita akan ketinggalan, apalagi yang menunjang bagi profesi kita," ungkap Alhendri  yang menyelesaikan pendidikan S2-nya di Fakultas Hukum UIR sebagai Lulusan Terbaik yang diumumkan di wisuda ke XXVI tahun 2014.

ph

Jiwa muda yang petualang dan penuh keyakinan semakin membuatnya eksis di dunia pengacara, organisasi advokat seperti KAI dimasukinya tahun 2009. Tahun 2010, Alhendri kemudian hijrah ke Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) dan terpilih  menjadi pengurus sekaligus sebagai utusan dari Ikadin Riau bersama pengurus lainnya menghadiri Munas Ikadin versi Todung Mulya Lubis di Jakarta.

Tahun 2011 Alhendri 'hijrah' sekaligus pemegang kartu Peradi Otto Hasibuan sampai sekarang bahkan ikut sebagai pengurus  DPC Ikadin Kota Pekanbaru tahun 2013 yakni sebagai Ketua Bidang Pembinaan Anggota.  Pada 2016 sebagai Tim Humas Munas Peradi  di Pekanbaru. Saat ini di DPC Peradi Pekanbaru, Alhendri menjabat sebagai Kabid Olahraga dan Seni.     

Seiring itu, kiprahnya sebagai pengacara semakin diperhitungkan ditandai dengan mulai banyaknya menangani perkara hukum mulai pidana, perdata, perburuhan, bahkan niaga. Tidak heran, seluruh Pengadilan Negeri (PN) di Riau pernah sebagai tempatnya bersidang.

Sebut saja Pekanbaru, Bengkalis, Dumai, Siak, Pelalawan, Rengat, Bangkinang, bahkan pernah bersidang  di PN Jakarta Selatan, Semarang, Jambi, Pematang Siantar, Padang Sidempuan dan lain-lain. Sidang di BANI Jakarta pernah dijalaninya tahun 2014 dan 2015.

Perkara teranyar Alhendri ikut membela terdakwa Poniman bersama pengacara senior Jakarta yakni Agustinus Hutajulu di PN Pekanbaru. Sidang kasus pidana pemalsuan surat tanah ini, ungkap Alhendri, merupakan perkara yang menarik perhatian publik yang pernah ditanganinya.

"Perkara Poniman ini cukup menarik dan unik, bayangkan satu orang terdakwa yakni Poniman menghadapi tiga kali persidangan dalam perkara yang sama. Satu perkara yaitu pra peradilan, Poniman dinyatakan bebas oleh hakim,” katanya.

Sedangkan 2 sprindik, yang satu Poniman dinyatakan bebas dan yang  satunya lagi Poniman divonis bersalah dan dihukum 1,5 tahun.

“Atas perkara Poniman ini, kami menyatakan banding. Duuh, perkara Poniman ini seperti melebihi kasus Setya Novanto saja," ujar Alhendri yang juga Biro Hukum IKMR dan Ombudsman dan penasihat hukum pada banyak media online di Riau.

Dasar suka berorganisasi, di sela-sela kesibukannya sebagai advokat, Alhendri yang juga Direktur LBH Pers Riau sejak 2012 ini masih menyempatkan aktif bahkan sebagai Ketua Umum  di Yayasan Amal Alkhairat di Masjid Alkhairat Jalan Mangga, Pekanbaru yang membawahi Masjid,  MDA dan TPA dan TK Islam.

Kegarangan dan ketegasan Alhendri membela klien di persidangan, tidaklah ia perlihatkan sama sekali saat berada di rumah. Alhendri  seorang yang begitu penuh perhatian terhadap keluarga; istri dan ketiga orang anaknya.

“Sesibuk apapun di kantor, saya tetap sisihkan waktu setiap hari Minggu bersama anak dan istri saya. Kadang ajak makan bersama dan jalan ke mall. Keluarga kan juga butuh lihat-lihat perkembangan di luar rumah, biar tidak bosan,” ujar Alhendri yang juga auditor hukum resmi bergelar CLA  yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta pernah mengikuti Diklat Sengketa Pilkada/Pemilu pada Jimly School di Jakarta.  (asbinpasaribu/pnc)

Foto: Alhendri Tanjung SH MH CLA

×