Kamis, 04 Februari 2016 - 08:53:17 WIB

Menelisik Modus Kapal Asing Mencuri Ikan di Laut Indonesia

Editor: Administrator | Dibaca: 1910
Menelisik Modus Kapal Asing Mencuri Ikan di Laut Indonesia

Oleh: Erik Purnama Putra

KAPAL-KAPAL asing pencuri ikan memiliki modus unik dalam menjalankan operasinya. Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengungkap modus kapal asing dalam melakukan aksi mengambil ikan di lautan Indonesia.

Kasubdit Penyelenggara Operasi Laut Bakamla Kolonel Joko Triwanto menyatakan, kapal-kapal asing kerap beroperasi di wilayah perbatasan laut Indonesia.

Menurut data citra satelit, kata dia, kapal asing berlayar di sekitar Samudera Pasifik dan masuk sampai 50 nautical mile atau 92,6 kilometer.

Menurut Jotri, panggilan akrabnya, kapal itu masuk ke perairan Indonesia melalui timur Pulau Miangas menuju perairan utara Papua. Dia mengungkap, setidaknya tujuh kapal terus dipantau Bakamla lantaran aktivitasnya mencurigakan.

"Ini kapal besar semua. Ada dari Cina, Jepang, dan Filipina. Bahkan yang dari China ini sudah berada di Indonesia selama sebulan. Posisinya sekarang di 50 nautical mile dari perbatasan," kata Jotri di Jakarta, Rabu (3/2).

Menurut dia, hasil citra satelit menunjukkan tujuh kapal tersebut membawa setidaknya empat sampai lima kapal kecil (rumpon) untuk menangkap ikan. Tugas kapal besar sebagai indukan tersebut adalah untuk menampung tangkapan ikan.

kapal bakorkamla

Kapal Bakorkamla pengawal laut Indonesia

Mantan komandan KRI Kapitan Pattimura itu mengatakan, kapal asing memilih beroperasi di perbatasan utara Indonesia bagian timur karena penjagaannya tidak ketat. Pun dengan Bakamla bakal kesulitan mengejar kapal pencuri ikan yang dilengkapi dengan sistem sonar dan radar canggih.

Karena itu, sambung dia, idealnya kapal ukuran 110 meter yang bisa memburu kapal asing. Saat ini, Bakamla hanya mengoperasikan kapal ukuran sedang 48 meter. Meski begitu, kata dia, Bakamla tetap membagi temuan itu kepada pemangku kepentingan terkait untuk ditindaklanjuti.

"Yang memiliki kemampuan sampai wilayah itu adalah Angkatan Laut (AL). Cuaca dan ombak di sana besar, kalau kapal kecil sulit mengejar," kata Jotri.

Dia menjelaskan, wilayah perairan Indonesia yang luas membutuhkan armada kapal yang besar dan banyak. Hal itu dilakukan agar kapal yang siaga sewaktu-waktu dapat menangkap kapal asing.

Jotri mengungkap, kebiasaan kapal besar pencuri ikan itu ketika dikejar akan keluar wilayah perbatasan laut Indonesia. Hal itu lantaran kapal tersebut memiliki radar yang sanggup mendeteksi kapal lain hingga radius 100 nautical mile.

Bermodal fasilitas yang dilengkapi sonar itulah, lanjut dia, kapal asing itu dalam sepekan bisa mengumpulkan 100 ton ikan yang juga disuplai dari kapal kecil yang mengikutinya.

Kondisi itu jelas membuatnya miris kalau dibandingkan tangkapan kapal nelayan Indonesia yang kadang dalam sebulan hanya sanggup meraup 20 ton ikan dengan kualitas jelek.

"Ketika mereka menurunkan kapal kecil, tiga hari ditinggal. Sekali tangkap 40 sampai 100 ton. Kok bisa menangkap itu, rumpon-rumponnya, dan kapal besar itu sebagai pengepul," tutur mantan komandan Lanal Tegal itu.

Tahan kapal
Kabag Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Maritim Waryoto mengatakan, operasi bersama dengan sandi 'Nusantara' digelar untuk menegakkan hukum di laut.

Terbaru, timnya berhasil memeriksa dan menahan tugboat  LM Ruby yang memiliki bobot GT 85 dan Tongkang Honsin 181 berbobot GT 838 di Sungai Guntung, Riau dalam perjalanan menuju Pelabuhan Belawan, Medan.

Dia menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan didapati bahwa sertifikat garis muat kapal tugboat telah mati masa berlakunya. Tugboat Ruby tersebut menarik Kapal tongkang bermuatan biji kelapa sawit (kernel) sebanyak 1.700 meter kubik yang berjalan dari arah Sungai Guntung menuju Balawan.

"Yang ditangkap kapal berbendera Indonesia, milik PT Santan Prima Bahari. Baik nakhoda dan tujuh orang ABK (anak buah kapal) semuanya adalah WNI," kata Waryoto.

Dia menjelaskan, tugboat LM Ruby dan Tongkang Honsin dikawal ke Lantamal I Belawan untuk dilaksanakan penahanan sementara sampai pemilik kapal memperbarui masa berlaku sertifikat garis muat tugboat Ruby. (dikutip dari republika online)


Foto: Kapal patroli tipe Catamaran pengawal laut Indonesia (Ilustrasi/net)

×