Kamis, 10 Mei 2018 - 09:49:42 WIB

Berbenah Sejak Dini Menuju Bonus Demografi

Editor: Administrator | Dibaca: 209
Berbenah Sejak Dini Menuju Bonus Demografi

Oleh: Wiska Adelia Putri

INDONESIA merupakan negara berkembang  dengan jumlah penduduk lebih dari 262 juta jiwa berdasarkan data di BKKBN pada bulan Juli tahun 2017. Bahkan Bappenas memproyeksikan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 mendatang berjumlah 305,6 juta jiwa. Dengan demikian negara Indonesia menghadapi ledakan penduduk yang perlu penanganan serius. Untuk itu bangsa Indonesia  perlu mempersiapkan diri dengan matang untuk menyambut “Bonus Demografi” tersebut.

Bonus demografi adalah bonus atau peluang yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan. Kondisi bonus demografi bisa dikatakan sebagai suatu keuntungan dan bisa juga dikatakan sebagai suatu kerugian.

Kondisi bonus demografi dapat diumpamakan seperti dua sisi mata pisau. Tumpul diartikan sebagai kegagalan dan tajam diartikan sebagai keberhasilan. Dua hal tersebut jelas saja memiliki akibatyang sudah diperhitungkan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia sejak dini.

Sebagai contoh, negara China dan Korea Selatan yang pernah mengalami bonus demografi dan berhasil memanfaatkannya dengan
baik sehingga dapat mengangkat ekonomi dan kesejahteraan di negaranyamasing-masing. China berhasil dengan membangun
industri-industri rumahan yang diarahkan pada pembangunan industri penguatan komponen. Sedangkan Korea Selatan berhasil
mengarahkan industri-industri rumah tangganya untuk membuat komponen telepon genggam. Di samping itu, Korea Selatan
termasuk sebuah negara yang sangat mencintai produk dalam negerinya.

Bagaimana dengan negara Indonesia?
Mari kita meneropong masa bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada tahun 2020-2030 dengan berbagai kemungkinan di Indonesia.

a.    Ketersediaan lapangan kerja
Pada masa bonus demografi  maka lapangan pekerjaan sangatlah dibutuhkan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Sedangkan
lowongan pekerjaan perkantoran negara, tenaga kesehatan, guru,atau tenaga kerja dipabrik-pabrik sudah hampir terpenuhi sejak sekarang ini. Andai para tenaga produktif saat itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri maka tentu Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan peningkatan ekonomipun terjadi.

Tetapi sebaliknya, andai para tenaga produktif di Indonesia saat itu hanya mengharapkan bekerja pada orang lain maka
pengangguranpun akan terjadi dengan terus meningkat. Banyaknya pengangguran akan menyebabkan lemahnya ekonomi bahkan akan memunculkan berbagai penyakit masyarakat  terutama di bidang kriminalitas. Meningkatnya kriminalitas menyebabkan
terganggunya stabilitas negara. Hal tersebut jelas sangat berbahaya.

b.    Moral
Saat ini kita sedang dihadapkan dengan serangan hoax, pornografi, adu domba, pencabulan, pencurian, dan bahkan pembobolan bank yang kesemuanya bermuara dari rusaknya moral. Andai Indonesia saat ini dapat meredam hal-hal tersebut maka saat terjadinya bonus demografi maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang tenteram, damai, dan menjadi bangsa yang kuat tak tergoyahkan. Akan tetapi jika semua masalah  moral di atas terus berkembang tak terbendung maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang rusak.

Untuk mengatasi hal tersebut maka pendidikan agama hendaklah diperkuat dan diperketat. Karena, hanya dengan pendidikan agama yang kuatlah penyakit moral masyarakat dapat dibenahi. Di samping itu ketegasan aparat sangat diperlukan untuk menindak para pelanggar moral yang dapat mengancam keutuhan.

c.    Kreatif inovatif
Kreatif adalah memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan.Dengan daya kreatif yang dimiliki para generasi bangsa akan menjadikan negara tercinta yakni Indonesia menjadi negara pencipta. Seperti yang diketahui tingkat konsumsi di Indonesia lebih tinggi dari produksi. Dengan adanya bonus demografi dapat dimanfaatkan untuk menjadi pengokoh dalam kreativitas sehingga tingkat produksi Indonesia akan lebih tinggi.

Namun jika kreativitas dari anak bangsa tidak dimanfaatkan maka yang terjadi akan sebaliknya Indonesia akan menjadi negara dengan tingkat konsumsi yang tinggi, tanpa adanya produksi yang sebanding. Karena perlu kita ketahui Indonesia kembali menjadi negara dengan tingkat konsumsi tertinggi ketiga di dunia.

Hal itu melambangkan kurangnya kreativitas masyarakat Indonesia. Sehingga adanya bonus demografi harus dimanfaatkan untuk
mengubah itu. Kreatif berkaitan dengan inovatif. Inovatif bersifat memperkenalkan atau mengembangkan hal-hal baru. Dengan
terciptanya daya kreatif, inovatif harus turut ambil andil. Agar daya kreativitas terus berkembang dan Indonesia akan menjadi negara yang sukses.

d.    Kerja keras
Salah satu sikap yang menonjol dari rakyat Indonesia adalah malas. Malas mengerjakan sesuatu, malas menciptakan inovasi. Terbukti dalam sebuah penelitian  yang menyebutkan bahwa rata-rata, orang Indonesia hanya berjalan 3.513 langkah, atau sekitar 2400 meter per harinya. Angka ini sangat jauh dibandingkan China. Di China, orang-orang berjalan sebanyak 6.189 langkah, atau dua kali lipat dari orang Indonesia. Sikap itu patut dihapus dari setiap pemikiran rakyat Indonesia. Rakyat Indnesia haruslah bekerja keras untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya.

Contoh saja negara Korea Selatan yang menduduki peringkat ketiga negara yang penduduknya gila kerja dengan rata-rata jam kerja setahun: 2.092 jam. Rata-rata pendapatan per kapita per tahun: 35.406 dollar AS. Pendapatan negara yang besar adalah hasil kerja keras dari negara mereka sendiri. Bonus demoggrafi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan semangat bekerja keras yang tinggi. Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif maka lapangan kerja akan semakin sulit.

Sehingga diharapkan pemuda Indonesia dapat berpikir kreatif dan bekerja keras dengan penuh semangat agar tercipta lapangan kerja yang memadai.
        
e. Narkoba
Indonesia saat ini benar-benar memasuki wilayah rawan narkoba. Narkoba yang didatangkan ke Indonesia bukan lagi dalam jumlah sedikit tetapi sudah berton-ton. Hal ini tentu menjadi ancaman yang serius bagi bangsa Indonesia. Indonesia adalah negara yang akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang melimpah membuat negara besar berniat menguasai negara Indonesia.

Namun dalam masa sekarang tidak bisa dilakukan penyerangan lewat militer karena militer Indonesia termasuk kekuatan yang
disegani dunia.

Cara yang ditempuh para penjajah besar itu sekarang melalu budaya-budaya kebaratan. Seperti narkoba yang sudah merebak luas. Contoh,  di salah satu kota di Indonesia yakni Kota Batam yang merupakan daerah yang sering ditemukan atau tertangkap berbagai aksi penyeludupan narkoba. Narkoba mengandung zat berbahaya yang dapat merusak pemikiran anak bangsa.

Ribuan zat yang dapat merusak tubuh terkandung di dalamnya. Dengan meningkatnya jumlah penduduk pada bonus demografi
dikhawatirkan akan menimbulkan efek negatif. Terutama jika para pemuda usia produktif terpengaruh oleh dahsyatnya narkoba. Untuk itu perlu pengawasan yang tepat agar narkoba tidak menjadi pemicu dari rusaknya bangsa pada bonus demografi.

Gambaran Masa Depan
Jabaran kondisi sekarang dan gambaran masa depan yang akan dihadapi bangsa Indonesia menghadapi bonus demografi sudah dapat diprediksi. Untuk itu beberapa program hendaklah dilakukan pemerintah dan bangsa Indonesia dalam menghadapi hal tersebut, di antaranya:
a.    Pemanfaatan lembaga pendidikan untuk melakukan pembinaan moral melalui pendidikan agama. Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi agama. Nilai-nilai agama sangat menancap erat di hati setiap rakyatnya. Lembaga pendidikan seperti SD, SMP, SMA, Kuliah baik negeri maupun swasta hendaknya memberikan pengajaran mengenai agama dengan serius agar moral dan etika anak bangsa selalu terjaga.

Seperti yang diketahui bahwa banyak wisatawan mancanegara yang datang di Indonesia karena sikap rakyatnya yang ramah. Agama menjadi faktor tersendiri. Agama menjadi penentu arah bagi hal yang menyangkut kerohanian. Tak hanya aspek jasmani yang harus dikembangkan tetapi aspek rohani juga turut membangun pribadi yang baik.

b. Penambahan Balai Latihan Kerja disegala bidang untuk menambah keterampilan tenaga produktif seperti latihan bengkel, menjahit, dan tata boga. Latihan kerja sangat dibutuhkan untuk menambah kreativitas para anak bangsa. Dengan keterampilan yang dimiliki akan menjadi ladang modal tersendiri untuk mengembangkan minat dan bakat.

Teori saja tidak cukup untuk menunjang diri. Dengan ditambahnya balai latihan kerja diharap pengalaman yang akan didapat oleh anak bangsa akan meningkat. Pengalaman adalah hal penting untuk memperbaiki diri. Jika saat mencoba pertama gagal, percobaan kedua pasti lebih baik karena apa? Karena pengalaman yang dimiliki dengan keterampilan yang diberikan oleh lembaga-lembaga yang dapatmengembangkan minat dan bakat para pemuda bangsa Indonesia.

c.    Mendorong berdirinya usahawan muda. Dengan terciptanya daya kreatif dan inovatif para penerus bangsa. Maka usahawan muda akan terus berkembang. Semakin meningkat dan terus berinovasi. Hal itu pasti akan berpengaruh pada tingkat pengangguran di Indonesia. Dengan banyaknya usahawan muda Indensia maka lapangan pekerjaan akan terus meningkat dan jumlah pengangguran akan menurun. Dan negara Indonesia pastinya akan menjadi negara yang produktif bukan konsumtif.

d.    Merangsang para pelajar SMP dan SMA untuk mandiri, kreatif, dan inovatif dalam menghasilkan uang sejak dini sehingga kelak mereka dengan mudah dapat memanfaatkan peluang yang ada. Peluang salam negeri tak dapat dipungkiri banyaknya.

Namun rakyat Indonesia yang biasanya hanya tinggal menikmati hasil denga nmenjadi warga yang konsumtif tidak menyadari peluang tersebut. Untuk itu diperlukan adanya perubahan visi dalam benak masing-masing. Visi konsumtif harus dibuat menjadi produktif. Dan hal itu harus dimulai sejak dini.

Tak masalah memulai dari awal. Awal yang baik akan menghasilkan akhir yang baik pula. Sehingga jika dari awal sudah terbiasa maka di tengah takkan takut lagi mengambil resiko yang ada.

Pemuda Indonesia akan tahan banting, mandiri, pekerja keras dan pantang menyerah. Hal itu adalah faktor yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang berhasil memanfaatkan bonus demografi dimasa mendatang.

Kesimpulan
Keberhasilan masa depan tidak terlepas dari uasaha dan perencanaan masa kini. Untuk itu sudah selayaknyaa bangsa Indonesia merencanakan sejak dini dalam menghadapi bonus demogarfi nantinya, dimana jumlah tenaga produktif mencapai hampir 70 persen. Jangan sampai bonus demografi berubah menjadi bencana demografi. Indonesia  maju dan sejahtera adalah target kita menyongsong tahun 2020-2030.***  (Penulis adalah Siswa Kelas XI  Jurusan  Kimia Madrasah Aliyah Insan Cendikia (MAN-IC) Kota Batam, Provinsi Kepri)















×