Kamis, 14 Desember 2017 - 07:45:02 WIB

Bappeda Beri Pelatihan Teknis PBDT, Bupati Harapkan Angka Kemiskinan Kampar Menurun

Editor: Administrator | Dibaca: 282
Bappeda Beri Pelatihan Teknis PBDT, Bupati Harapkan Angka Kemiskinan Kampar Menurun

PIRAMIDNEWS.COM - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar menggelar  Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan sekaligus acara Sosialisasi dan Pelatihan Teknis Pemuktahiran  Basis  Data Terpadu (PBDT) Tahun 2015. Kegiatan ini  dilaksanakan selama dua  hari, 12-13 Desember 2017 di Aula Bappeda Kabupaten Kampar.

Sosialisasi dan pelatihan teknis ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kampar  yang diwakili Sekretaris Bappeda Kabupaten Kampar Afrizal, S.Sos. Hadir pada kesempatan tersebut narasumber,  Tracy Pasaribu dan Lucky Koryanto dari TNP2K Setwapres (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden RI).

Dalam arahan tertulis Bupati Kampar yang disampaikan  Sekretaris Bappeda Kabupaten Kampar Afrizal bahwa mengingat pentingnya  masalah percepatan penanggulangan kemiskinan, maka Bupati Kampar  telah membentuk tim koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Kampar yang diketuai  oleh Wakil  Bupati Kampar.  “Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2010 Tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi dan Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Disampaikan Bupati bahwa  kondisi  garis kemiskinan dan penduduk miskin di Kabupaten Kampar  (sumber  Buku Kabupaten Kampar dalam angka 2017-BPS Kampar),  angka kemiskinan Kabupaten Kampar pada kisaran 8,38 % pada tahun 2016, sedangkan tahun 2015 angka kemiskinan berada pada angka 9,17 %. “Kita berharap dan berusaha agar angka kemiskinan Kabupaten Kampar terus diturunkan,” ujarnya.

Selanjutnya berdasar  Basis Data Terpadu (BDT) Tahun 2015, rumah tangga miskin berjumlah 56.727 KK, sedangkan individu miskin berjumlah 229.725 jiwa. Adapun kelompok penerima  manfaat dari berbagai program dan kegiatan yang di antaranya program keluarga  harapan sebanyak 12.726 KK, sedangkan ranstra (raskin) sebanyak 35.668 KK.

Pendataan fakir miskin telah diatur dengan undang-undang Nomor 13  Tahun 2011 tentang penanganan  fakir miskin.  Verifikasi dan validasi data yang dilakukan secara berkala  sekurang-kurangnya 2 tahun sekali hendaknya dapat dilaksanakan sebaik mungkin. “Dengan demikian kita  mempunyai data yang akurat sebagai dasar  penetapan sasaran program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan,” ujarnya.

Beberapa  program penanggulangan kemiskinan baik  skala nasional maupun Kabupaten yang telah dilaksanakan antara lain,  program Simpan Pinjam Keluarga Sejahtera  (PSKS), Program Bantuan Siswa Miskin (BSM)/Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)/Program Indonesia Sehat (PIS), Program Subsidi untuk Masyarakat berpendapat rendah (Raskin)/Ranstra, dan Program Keluarga Harapan (PKH) serta beberapa program lainnya.

Sementara itu Kasubbid  Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Kampar Rusmadi SE selaku PPTK kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan sekaligus acara Sosialisasi dan Pelatihan Teknis Pemuktahiran  Basis  Data Terpadu  ini diikuti peserta  dari 21 kecamatan.

Setiap kecamatan diikuti oleh dua orang peserta yang terdiri dari  satu orang pejabat struktural dan satu orang operator. Kemudian peserta juga berasal dari 16 OPD  terkait data kemiskinan diantaranya, Dinas  Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, Capil,  Perkebunan Peternakan dan Keswan, Pertanian, Perkim dan OPD lainnya.

Di antara  pokok bahasan  yang dibahas  saat Sosialisasi dan Pelatihan  Teknis PBDT ini yakni,  Sosialisasi Data  Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM), Instalasi Aplikasi Analisis Data, Pelatihan Teknis  Bedah Data BDT dan Analisa Data BDT. (HJ)


Foto: Sekretaris Bappeda Kabupaten Kampar Afrizal mewakili Bupati Kampar saat membuka Rakor Penanggulangan Kemiskinan sekaligus Sosialisasi dan Pelatihan Teknis PBDT di Aula Bappeda Kabupaten Kampar, Selasa (12/12). (HJ)

×