Senin, 14 Januari 2019 - 22:32:33 WIB

Sekelompok Warga Tolak Pentas Lumba–Lumba Di Pekanbaru, Bukan Edukasi Tapi Eksploitasi!

Editor: Administrator | Dibaca: 85
Sekelompok Warga Tolak Pentas Lumba–Lumba Di Pekanbaru, Bukan Edukasi Tapi Eksploitasi!

PIRAMIDNEWS.COM - Sekelompok massa masyarakat menggelar aksi di depan Bandar Serai Ali Haji (Purna MTQ) Pekanbaru, Riau, Ahad (13/1/2019) sore untuk menolak aksi sirkus lumba-lumba yang digelar di dalam komplek Purna MTQ.

Salah seorang peserta aksi, kepada Riau1.com, Violeta Hasan Noor mengungkapkan, aksi sirkus lumba-lumba tersebut merupakan bentuk eksploitasi terhadap hewan dilindungi, seperti lumba-lumba, beruang madu, burung kakatua dan juga berang-berang.

"Pertunjukan sirkus hewan ini bukan sebuah edukasi kepada masyarakat, tapi adalah bentuk eksploitasi terhadap hewan dilindungi," kata Violeta kepada wartawan.

Violeta memaparkan, faktanya saat ditampilkan dalam pertunjukan, hewan-hewan dilindungi tersebut merasa tersiksa karena tidak berada di habitat aslinya, yang berdampak pendeknya umur hewan itu.

"Seperti lumba-lumba, air yang digunakan bukan air laut seperti habitat aslinya, tapi air tawar yang diberi kaporit. Kalau kita ingin memberikan edukasi, kita yang pergi ke habitat mereka, bukan hewan itu yang dibawa ke habitat kita," tegasnya.

Sebagai upaya menolak pertunjukan sirkus hewan ini, Violeta berencana akan mendatangi sekolah-sekolah untuk mengedukasi masyarakat untuk tidak datang menyaksikan pertunjukan sirkus hewan dilindungi tersebut.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak datang menyaksikan pertunjukan sirkus hewan dilindungi. Pekan depan kita akan mengunjungi sekolah-sekolah mengedukasi masyarakat sirkus itu merupakan bentuk eksploitasi," pungkasnya.

Sementara, Koordinator Aksi, Ridho menambahkan setelah aksi yang dilakukan ini, pihaknya akan melakukan diskusi kembali bersama rekan – rekan yang tergabung dalam aksi tolak sirkus lumba – lumba di Pekanbaru, kemarin.

“ Kita juga berharap kepada Pemerintah agar lebih teliti dalam memberikan izin, jika mereka (Panitia Pentas Lumba – Lumba, red) memang memiliki izin. Kalau tidak ada izinnya, ya hentikan saja. Karena, kegiatan itu adalah bentuk Eksploitasi terhadap Satwa dan sangat disayangkan sekali jika Pemerintah memberikan Izin, karena itu bukan Edukasi tapi, Eksploitasi,” tegas Ridho.

Peserta aksi tidak hanya berasal dari Kota Pekanbaru, melainkan ada dari Kota Duri dan Kota Dumai.

Dalam aksi tersebut, tampak para peserta membawa beragam spanduk dan membentangkan spanduk yang bertuliskan “ Stop Eksploitasi Terhadap Satwa!!! Karena Hidup Mereka Bukan Untuk Kantong Anda!!! Sirkus Bukan Rumah Bagi Mereka!!! “
“Stop Sirkus Lumba–Lumba,“ Hentikan Eksploitasi Satwa“, Larang Sirkus Dengan Satwa“. (dika)

Foto: Aksi penolakan terhadap aksi sirkus lumba-lumba yang digelar di dalam Komplek Purna MTQ Pekanbaru.

×