Advertorial kab-rohul
Senin, 26 Maret 2018 - 21:43:00 WIB

Tuberculosis Day 2018, Petugas Kesehatan Jemput Bola Data Penderita TBC di Rohul

Editor: Administrator | Dibaca: 133
Tuberculosis Day 2018, Petugas Kesehatan Jemput Bola Data Penderita TBC di Rohul

PIRAMIDNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul, siapkan petugas serta satu unit mobil keliling dilengkapi peralatan medis juga labor, siap menjaring dan mendata penderita Tuberculosis atau TBC di Rohul sistim jemput bola.

Mobil dan petugas kesehatan yang sudah dilengkapi peralatan tersebut, sengaja disiapkan dalam rangka memperingati Hari Tuberculosis dunia tahun 2018 dan menuju Indonesia Bebas Tuberculosis tahun 2050.

Nantinya, petugas kesehatan di Kabupaten Rohul akan keliling ke 16 kecamatan di Rohul, selain mendata, memeriksa sekaligus melayani juga mengobato masyarakat yang positif terkena gejala TBC setelah dilakukan tes labor yang sudah disiapkan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Rohul H Sukiman, saat menghadiri Peringatan Tuberculosis Day (Hari Tuberculosis) Dunia 2018 di Rohul, dipusatkan di Halaman Kantor Diskes Rohul, Sabtu (24/3/2018) pagi, yang dihadiri Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, Sekda Rohul Ir Damri, Kadiskes Rohul dr Bambang Tirono, perwakilan Diskes Provinsi Riau.

Juga hadir, Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati, Ketua IDI Rohul dr Zuldi Afki, para kepala dinas, badan dan kantor, serta seluruh pegawai Diskes, juga Kepala Puskesmas se-Rohul juga petugas kesehatan.  

Bupati Rohul H Sukiman bersama Kadiskes dr Bambang Triono, juga sempat melakukan Teleconference dengan jajaran Kementerian Kesehatan RI dalam upaya penanggulangan Tuberculosis di Rohul.

"Silahkan datangi warga dan berikan pelayanan kesehatan ke mereka, dengan sudah adanya kendaraan keliling ini, kita berharap kondisi kesehatan masyarakat bisa diketahui secara maksimal, dan warga Rohul hingga 2025 bebas TBC karena ini program nasional," himbau Sukiman ke petugas Diskes.

Dikatakan Bambang, petugas dan obat-obatan termasuk laboraturium sudah lengkap di kendaraan keliling, yang nantinya turun ke desa-desa, untuk mencari masyarakat yang dicurigai menderita TBC. Kemudian, masyarakat tersebut akan dilakukan pemeriksaan, sekaligus pengobatan dan pemberian obat.

“Masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan atau menderita TBC, agar mengecek kesehatannya baik ke petugas keliling, juga Puskemas dan RSUD, nantinya bila positif akan diobati hingga sembuh. Karena penyakit TBC yang dapat menular melalui pernapasan atau udara, bisa diobati dan penderitanya sembuh. Pengobatan yang kita lakukan sampai si penderita sembuh, juga nantinya diberikan obat yang harus dikonsumsi penderita TBC sampai mereka sembuh.”

Masyarakat juga diimbau, agar tidak takut berobat, selain gratis karena ini program nasional, juga diharapkan di Rohul penderita TBC bisa hilang dan diobati dengan penanganan yang kita lakukan secara sistim jemput bola.

“Tahun 2018 sudah prioritas eleminasi TBC, sudah lama dilakukan klinik, RS swastas, Puskemas. Dari tahun ke tahun penemuhan rendah karena sulit, sehingga petugas kita agar mencari di masyarakat. TBC ada kantongnya, dan ini menular sehingga harus menemukan kantongnya,” kata Bambang.

Ungkap Bambang lagi, untuk penyebaran TBC di Rohul merata. Terutama berkembang di pedesaan, dimana TBC itu berkembang dalam udara dan hawa yang lembab yang tidak terkena sinar matahari. Karena di pagi hari, rumah warga ditutup baik semua jendela dan pintu karena penghuninya pergi ke kebun dan ladang.

Kemudian terkait angka TBS tahun 2017, Bambang juga mengaku, setiap tahun ada target harus menemukan 600 kasus TBC. Pihaknya menemukan sekitar 82 persen, artinya temuan itu sudah bisa dikatakan berhasil. Karena etimasi angka berdasarkan berapa kasus TBC di Rohul.

“TBC dari awal dulu, pengobatannya sudah kita dilakukan baik klinik juga rumah sakit swasta. Sistim pengobatan bagi penderita TBC program 6 bulan, yang diberikan dengan obat program. TBC resensinya tinggi, paling tidak 3 jenis antibiotik. Maka dengan adanya obat program, penderita TBC cukup makan 1 tablet, dimana dalam 1 tablet kini sudah ada unsur 3 antibiotik di dalamnya,” tambah Kadiskes Bambang. (Adv/Humas/Mad)

Foto: Bupati Rohul H Sukiman (dua dari kanan memakai topi) bersama pejabat menghadiri Peringatan Tuberculosis Day Dunia 2018 yang dipusatkan di Halaman Kantor Diskes Rohul.

×