Advertorial kab-rohul
Sabtu, 09 Desember 2017 - 23:37:55 WIB

"Rokan Hulu Diversity of Melayu" Jadi Brand Pariwisata Rohul

Editor: Administrator | Dibaca: 308

PIRAMIDNEWS.COM - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, umumkan seluruh
pemenang Sayembara Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Melayu Khas Rohul.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Disparbud Rohul, Jumat (8/11/17) tersebut dihadiri Direktur Utama Perusahaan Daerah
(Perusda) Rokan Hulu Jaya atau PDRJ Jenewar Efendi SSos didampingi Direktur Produksi dan Operasional Perusda Rokan Hulu Jaya Fitria Ruliani ST.

Dari pengumuman itu, untuk pemenang Desain Brand Pariwisata Khas Rohul Juara I diraih Rice Indah Tarigan dari Kecamatan Rambah, Juara II Asril Jam'an dari Kecamatan Rambah Hilir, sedangkan Juara II Reski Efriyanto Zebua dari Kecamatan Rambah Samo.

Sedangkan Juara I Desain Tanjak Khas Melayu Rohul diraih Muslim dari Kecamatan Rambah Hilir, Juara II  Theo Rapi Ridwan
dari Kecamatan Rambah Hilir dan juara III Fahrudin Efendi dari Kecamatan Kepenuhan.

Dikatakan Kepala Disbudpar Rohul Drs Yusmar MSi, lomba Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Melayu Khas Rohul,
kerjasama antara Disparbud Rohul dengan Perusda Rokan Hulu Jaya.

Jelas Yusmar lagi, bahwa Brand pariwisata merupakan sebagai logo, lambang dan identitas Kabupaten Rohul dalam memperkenalkan potensi daerah ke dunia luar.‎

“Rohul adalah daerah yang religius dan orang yang beragama dan berbudaya sekaligus sebagai tujuan (wisata). Dipelaksanaan
sebenarnya semua sektor, tapi sekarang ini khusus di pariwisata dan kebudayaan,” ucap Yusmar saat membuka acara.

Dari proses sayembara maupun konsultasi dan penyesuaian dengan pihak Dinas Pariwisata Provinsi Riau dan Kementerian
Pariwisata, brand pariwisata Kabupaten Rohul berupa “Rokan Hulu Diversity of Melayu” , artinya Kabupaten Rohul mempunyai
keberagaman dari Melayu.

“Brand adalah identitas, sehingga kita tunjukkan pada dunia luar ini dia Rokan Hulu. Bila mau kenal dengan Rokan Hulu ini
dia, filosofisnya ada di sana. Apa yang terkandung budaya dan karakter masyarakatnya ada disitu tapi secara abstrak, itu ada di-brand," jelas Yusmar.‎

Sedangkan tanjak, kata Yusmar, sebagai alat pemersatu bagi masyarakat Rohul dan masyarakat lain. Dan tanjak sebagai
pemenangnya diberi nama “Unak Serantau” atau Duri Serantau yang menjaga Kabupaten Rohul dari apapun halangan, rintangan dan
macam-macam.‎

Kata Yusmar, dari istilah jika tanjak sudah dipasangkan berarti seorang akan aman dan tidak akan diganggu. "Istilahnya sudah masuk keluarga Rokan Hulu, maka dia mempunyai kewajiban untuk menjaga, membangun dan memajukan Rokan Hulu, baik kini maupun akan datang," terang Yusmar.

Tegas mantan Kepala Distamben Rohul, bahwa ada beberapa kriteria yang membedakan antara tanjak khas Rohul dengan tanjak
dari daerah lainnya. Tanjak khas Rohul rencananya akan dipatenkan oleh Disbudpar Kabupaten Rohul.‎

“Ada yang membedanya tanjak Rokan Hulu dengan tanjak dari daerah lainnya. Memang banyak bermacam-macam tanjak yang yang ada di Melayu, tetapi tanjak Rokan Hulu dilaksanakan melalui sayembara dan mempunyai filosofis sejarah tersendiri," ucap
Yusmar.‎

"Daerah lain juga memiliki bermacam-macam tanjak di Riau ini, ada namanya Belalai Gajah, Dendam Tak Sudah, macam-macam
memang, tapi satu daerah yang melaksanakan sayembara dan menetapkan tanjak untuk daerahnya sepengetahuan kita baru Rokan
Hulu yang lain belum,” paparnya.

Dengan telah sayembarakan maka itu sudah ditetapkan, maka adalah patennya Rokan Hulu. Kemudian, bila ada tanjak khas Rokan
Hulu dipakai oleh daerah luar, istilahnya daerah itu harus permisi dengan Rokan Hulu.

Tanjak merupakan alat pemersatu, seperti ulos yang ada di Provinsi Sumatera Utara dan sudah mendunia. Sehingga, tanjak sebagai alat pemersatu, dan siapa yang memakai tanjak yang lainnya harus menjaganya.

“Rencana kita ini dijadikan cinderamata bagi tamu yang datang ke Rokan Hulu. Seperti Presiden tanjak akan buat kuning emas,
Gubernur warna perak, Bupati warna perunggu. Ini akan ada kriteria-kriteria khusus setelah konsultasi dengan pimpinan nanti," kata Yusmar pula.

Yusmar menyatakan, akan mencoba sosialisasikan atau memasyarakatkan dulu di kalangan masyarakat Rokan Hulu.‎ Kita usahakan
untuk dipatenkan, tapi tidak akan merubah filosofis awalnya.

Siap Mendukung
Di tempat yang sama, Direktur Utama Perusda Rokan Hulu Jaya, Jenewar Effendi, sangat menyambut baik dan mengapresiasi apa
yang dilakukan Kepala Disparbud Rohul Yusmar yang telah membuat Sayembara Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Khas
Melayu Rohul.

Karena, dengan keluarnya brand pariwisata dan tanjak khas Melayu Rohul, itu memudahkan bagi Perusda Rokan Hulu Jaya dalam
menerapkan konsep kawasan wisata yang murah, meriah dan menyenangkan bagi masyarakat.

“Apalagi kita hari ini sudah ada Perbup untuk pengelolaan wisata di Kabupaten Rokan Hulu. Intinya apa yang dibuat oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini merupakan sebuah langkah awal kita untuk berpijak ke depan,” jelasnya.

Memang, Rokan Hulu mempunya beberapa potensi yang saya tidak kalah dengan provinsi lain. Cuma kan selama in kurang
memanfaatkan, kurang menjadikan ini sebagai sebuah kecintaan kita terhadap daerah.

“Warga kita lebih bangga berwisata ke luar daerah, ke Sumbar, Jakarta ke Batam dan sebagainya. Padahal apa yang ada di
Sumatera Barat juga ada di Kabupaten Rokan Hulu,” tuturnya.

Ke depannya Jenewar berharap, dengan adanya Brand Pariwisata dan tanjak khas Melayu Rohul, Pemkab Rohul bisa “menjual” Rohul yang sudah punya identitas ke dunia luar.

“Wisata Rokan Hulu dalam wisata yang khas yang beda dari kabupaten lainnya, beda dari provinsi lain lain, jadi ini yang kita ciptakan sebetulnya," terangnya.

Sebut Jenewar, Disparbud Kabupaten Rohul sudah membuka jalan, dan Perusda Rokan Hulu Jaya akan mengisi jalan tersebut ke
depan, dalam memajukan potensi pariwisata yang ada. Dirinya berharap, kerjasamanya bukan hanya dalam persoalan pengelolaan
kawasan wisata saja, namun kerjasama dalam melakukan kegiatan-kegiatan kebudayaan.

“Baik itu sifatnya budaya, apakah itu festival lagu, apakah itu festival kesenian dan lain sebagainya. Ini menjadi kalender daerah. Ketika orang datang ke Rokan Hulu bukan hanya melihat keindahan pariwisatanya tapi juga melihat keindahan budayanya," jelasnya. (Mad)


Foto: Kadisbudpar Rohul Yusmar (memakai tanjak) menyerahkan hadiah kepada pemenang Sayembara Desain Brand, Jumat (8/12)





×