Advertorial kab-rohul
Rabu, 11 Oktober 2017 - 09:58:25 WIB

Bupati Lounching Program Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2, 3 Desa di Rohul Dijadikan Pilot Project

Editor: Administrator | Dibaca: 104
Bupati Lounching Program Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2, 3 Desa di Rohul Dijadikan Pilot Project

PIRAMIDNEWS.COM -‎ Bupati Rokan Hulu (Rohul) H Suparman SSos MSi melaunching atau meluncurkan Program Desa Mandiri Pajak dan E-Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)‎, Selasa (10/10/17) di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center, Pasir Pangaraian, Rohul, Riau.

Program Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2 dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi dan Operasi Pengelolaan (Sismiop) merupakan program pertama yang diterapkan di Provinsi Riau bahkan di Indonesia.

Program tersebut, dilaksanakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Rohul, sebagai upaya tingkatkan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PBB-P2.

Ditahap awal, baru tiga desa di Kecamatan Rambah yang ditetapkan sebagai pilot project Program Desa Mandiri‎ dan E-Pajak PBB-P2 yakni Desa Babussalam, Desa Rambah Tengah Utara, dan Desa Pematang Berangan.

Peluncuran Program Desa Mandiri PBB-P2 itu dihadiri kepala desa dan Camat dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab serta Forkompinda Rohul.

Plt Kepala Bapenda Rohul Jonni Muchtar SE MSi mengatakan, sebelum peluncuran instansinya sudah melakukan beberapa persiapan yakni menggelar sosialisasi ke tiga desa yang dijadikan pilot project, termasuk memberikan bimbingan teknis atau Bimtek kepada dua admin di tiga desa tentang tata cara pengelolaan PBB-P2.

Kata Jonni, baru tiga desa dijadikan pilot project atau contoh Program Desa Mandiri PBB-P2, karena tergantung anggaran dan pertimbangan jarak tempuh dan berada di pusat Ibukota Kabupaten Rohul. “Kita berterima kasih kepada bapak Bupati Rohul yang  sudah mendukung Bapenda Rohul dalam meningkatkan PAD selama ini,” sampai Jonni.

Sejak tahun 2012, ungkap Jonni, pemungutan PBB-P2 masih mengalami beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang PBB, data wajib pajak (WP) tidak akurat, mutasi WP, potensi PBB belum maksimal dan ada permintaan Kades untuk mengelola PBB secara mandiri.

Kepala Bapenda itu menargetkan, sekitar 20 desa di Rohul akan dijadikan pilot project‎ Desa Mandiri PBB-P2 hingga akhir 2017.‎ Desa yang dijadikan pilot project merupakan desa yang mempunyai jaringan internet, sebab aplikasi Sismiop akan terhubung dengan server Bapenda Rohul menggunakan akses jaringan internet.

Bupati Rohul Suparman dalam arahannya mengatakan, dirinya sangat menyambut baik dengan peluncuran Program Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2 dilakukan Bapenda Rohul. Ia berharap para Kades ikut dalam melakukan pemungutan PBB kepada wajib pajak di desanya masing-masing.

Bupati Suparman berharap, Kades melakukan kreativitas dan berbagai terobosan untuk ikut meningkatkan PAD melalui PBB. "Jadikan setiap pertemuan para Kades dan Camat untuk terus melakukan terobosan dan inovasi. Sebagai bentuk upaya meningkatkan PAD, saya terus mendorong untuk kita bersama-sama mencapai target ini (pajak)," ajak Bupati Suparman.

Dijelaskan Suparman lagi, saat ini setiap desa sudah menerima bantuan dana desa dan‎ alokasi dana desa sampai Rp 1,4 miliar. Kini, sudah saatnya pihak pemerintah desa memberikan pelayanan prima kepada warganya.‎

"Saya optimis dan yakin, potensi yang ada di desa nantinya Kepala Desa yang lebih mengetahuinya. Mari kita bersama-sama  meningkatkan PBB-P2 di desa masing-masing," himbau Bupati Suparman. (Adv/Humas/Mad)


Foto: Bupati Rohul Suparman, bersama Plt Kepala Bapenda Jonni Muchtar dan Forkompinda menyerahkan sofwer pogram Desa Mandiri E-PBB-2 kepada tiga Kades yang jadi pilot project Pogram Desa Mandiri, Selasa (10/10).

×