Advertorial kab-rohil
Selasa, 31 Oktober 2017 - 20:42:30 WIB

Pemkab Tingkatkan Kesehatan Warga Rohil Melalui Layanan Medis yang Optimal dan Profesional

Editor: Administrator | Dibaca: 226
Pemkab Tingkatkan Kesehatan Warga Rohil Melalui Layanan Medis yang Optimal dan Profesional

BUPATI Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno mengharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus terus lebih ditingkatkan. Bupati minta dalam melayani masyarakat jangan pilih kasih dan petugas pelayanan harus tetap profesional.

Harapan itu dikatakan Bupati Suyatno pada acara pembukaan dan seminar sempena peringatan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-66 di Gedung Serbaguna Bagansiapiapi, Rohil, Riau, Rabu (13/9/17) lalu. Hadir saat itu Ketua DPRD Rohil Nasruddin Hasan, Sekda Rohil Surya Arfan dan pejabat OPD lain serta Bidan se-Kabupaten Rohil.

Acara HUT IBI yang mengangkat tema Bidan mengawal kesehatan perempuan dan keluarga dengan layanan holistik dan berkesinambungan tersebut, dilakukan pemotongan kue ulang tahun secara langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Rohil.

Dalam sambutannya Bupati Rohil menyampaikan ucapan selamat Hari IBI yang ke-66. “Terima kasih kepada IBI Kabupaten Rokan Hilir yang selama ini sudah bekerja keras, hal ini terbukti dengan turunnya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten
Rohil," kata Bupati.

ak

Puskesmas Bagan Punak, Bangko

Lebih lanjut disampaikan Bupati, Kabupaten Rokan Hilir tetap memprioritaskan kesehatan dan pendidikan, sehingga satu desa minimal harus ada satu bidan dan perawat, begitu juga dengan tenaga pendidikan yang masih harus terus diperhatikan.

Bupati Suyatno juga mengaku sedih seperti yang dialami oleh bidan dan para pelayan kesehatan terutama di daerah terpencil dengan fasilitas yang masih minim. Hal ini menurut bupati disebabkan keterbatasan anggaran.

"Sementara kita masih tetap minta mereka tetap harus profesional, saya sendiri tau selama ini bidan-bidan kita berpandai-pandai saja. Mereka kadang tak jarang terkena musibah, namun tugas yang mulia sebagai bidan tetap mereka jalankan," pungkas Bupati Suyatno.

Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) beberapa bulan lalu telah mengajukan 4 Puskesmas untuk diakreditasikan pada Tahun 2017. Setelah melalui proses pendampingan dan penilaian oleh tim surveyor, akhirnya 4 Puskesmas di Rokan Hilir meraih predikat Akreditasi Madya.

"Alhamdulillah, 4 Puskesmas kita di Rokan Hilir memperoleh Akreditasi Madya yakni Puskesmas Bagansiapiapi, Puskesmas Bagan Punak, Puskesmas Sinaboi dan Puskesmas Sedinginan. Namun, Saat ini masih dalam bentuk pemberitahuan melalui email yang disampaikan oleh pihak Kementerian Kesehatan ke Dinas Kesehatan Rohil. Mungkin sertifikatnya akan diserahkan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2017 nanti," kata Kepala Dinas Kesehatan Rohil Hj Dahniar MKes, di Bagansiapiapi.

Disebutkan, tahun ini Dinas Kesehatan Rohil juga akan mengajukan 2 Puskesmas lagi untuk diakreditasikan yakni Puskesmas Tanah Putih Tanjung Melawan dan Puskesmas Balai Jaya.  

"Peningkatan layanan di Puskesmas suatu keharusan oleh para tenaga medis sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini sesuai Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 bahwa seluruh Puskesmas harus memberikan pelayanan yang komprehenshif, artinya seluruh Puskesmas itu harus bisa memberikan pelayanan standart yang ditentukan oleh akreditasi," jelas Dahniar.

Untuk proses akreditasi, menurut Dahniar, pihak Puskesmas harus menyiapkan berbagai elemen seperti persiapan administrasi. Administrasi upaya pelayanan kesehatan perorangan, ada kesehatan masyarakat. Penilaian akan dilakukan oleh tim penilai yang disebut tim surveyor. Untuk tingkatan akreditasi pada Puskesmas ada 5 tingkatan, yang pertama Tidak Terakreditasi, yang kedua Akreditasi Dasar, yang ke tiga Akreditasi Madya , keempat Akreditasi Utama dan kelima Akreditasi Paripurna.

Untuk mendapatkan Akreditasi Madya, mantan Asisten IV Sekdakab Rohil ini mengaku perlu kerja keras seluruh tim dengan kekompakan, disiplin serta managemen yang baik yang nantinya akan menghasilkan Akreditasi Puskesmas Tingkat Madya.

Layanan Kesehatan
Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata dan terjangkau. Dengan tujuan tersebut diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik dan pada gilirannya memperoleh kehidupan yang sehat dan produktif.

Guna mencapai derajat layanan kesehatan masyarakat yang optimal dan berkesinambungan, sarana dan prasarana yang berada di Kabupaten Rokan Hilir selama ini dari waktu ke waktu terus dilakukan pembenahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

pus

Puskesmas Rawat Inap Kubu

Berdasarkan data yang ada diketahui,  pada tahun 2015 yaitu 4 unit rumah sakit dengan 247 tempat tidur yang berlokasi di Kecamatan Bangko dan Kecamatan Bagan Sinembah, 17 unit Puskesmas dan 77 unit Puskesmas Pembantu. Tenaga medis yang buka praktek pelayanan kesehatan sebanyak 87 dokter umum, 18 dokter gigi, 552 bidan dan 627 perawat. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir terdapat 24 Apotek dan 21 toko obat.

Data Kesehatan Tahun 2014, yaitu 4 unit rumah sakit dengan 247 tempat tidur yang berlokasi di Kecamatan Bangko dan Kecamatan Bagan Sinembah, 17 unit Puskesmas dan 77 unit Puskesmas Pembantu. Tenaga medis yang buka praktek pelayanan kesehatan sebanyak 87 dokter umum, 18 Dokter gigi, 552 bidan dan 627 perawat. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir terdapat 24 Apotek dan 21 toko obat.

Sarana dan prasarana yang berada di Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2013 yaitu 4 unit rumah sakit dengan 247 tempat tidur yang berlokasi di Kecamatan Bangko dan Kecamatan Bagan Sinembah, 16 unit Puskesmas dan 73 unit Puskesmas Pembantu. tenaga medis yang buka praktek pelayanan kesehatan sebanyak 54 dokter umum, 11 Dokter gigi, 287 bidan dan 131 perawat. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir terdapat 24 Apotek dan 55 toko obat.
 
Data Bidang Kesehatan Tahun 2012, Posyandu. Pada tahun 2012 Rumah Sakit sebanyak 3 buah, Puskesmas sebanyak 16 buah, dan Puskesmas Pembantu 71 buah sedangkan Posyandu yang ada di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 475 Posyandu yang terbesar di 164 Desa.

Dari perbandingan tenaga medis di Kabupaten Rokan Hilir tahun 2012, jumlah perawat lebih banyak dibandingkan dengan tenaga medis lainnya, sedangkan dokter spesialis paling sedikit di antara medis lainnya.

Namun bagaimanapun ketersediaan tenaga medis dan sarana dan prasarana yang cukup sangat diharapkan masyarakat di tiap kecamatan dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok. Ini sudah menjadi tekad dan komitmen serta program Pemkab Rohil setiap tahun. (ADVERTORIAL)

Foto Utama: Bupati Rokan Hilir H Suyatno melakukan peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Sinaboi, Jumat (18/8/17).



×