Advertorial kab-pelalawan
Rabu, 15 November 2017 - 09:18:49 WIB

RPH Kemang Lama Tak Hasilkan PAD, Disnakbun Pelalawan: Dikelola Secara Profesional

Editor: Administrator | Dibaca: 83
RPH Kemang Lama Tak Hasilkan PAD,  Disnakbun Pelalawan: Dikelola Secara Profesional

PIRAMIDNEWS.COM - Sekama ini pengelolaan Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkab Pelalawan yang berlokasi di jalan Lintas Timur di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras, boleh dikatakan terhenti pengoperasiannya yang berdampak pada macetnya pemasukan retribusi dari pos RPH untuk pemasukan keuangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi  Pemkab Pelalawan, Riau.

Dengan kondisi itu, sekarang pihak Dinas Peternakan Perkebunan (Disnakbun) Pelalawan mulai mengelola RPH Kemang secara profesional guna bisa mendatangkan pemasukan keuangan PAD secara maksimal.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Pelalawan Baharudin melalui media sempat minta pihak Disnakbun Pelalawan supaya segera mencari solusinya supaya RPH Kemang bisa kembali dioperasikan agar bisa mendatangkan PAD bagi Pemkab Pelalawan.

"Selain dengan dioperasikan kembali RPH Kemang untuk memanfaatkan peluang dengan baik memanfaatkan  kualitas hewan potong dari peternak lokal akan membantu para peternak kita dan juga akan bisa menambah PAD nantinya," tegas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pelalawan.

Terjadi kemacetan pengoperasian kegiatan pemotongan hewan di RPH di Desa Kemang sebelum ini diakui Kepala Dinas Peternakan Perkebunan (Disnakbun) Pelalawan melalui Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakbun Pelalawan Ir Asmedi Amri kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya (13/11/17) di Pangkalan Kerinci menegaskan, pengelolaan RPH di Kemang sebelumnya belum dikelola secara profesional karena selama ini belum ada unit khusus yang ditunjuk Disnakbun Pelalawan untuk mengelola dan mengoperasikan RPH tersebut.

”Selama ini, selain ada kendala lain, pihak Disnakbun dalam pengelolaannya belum secara profesional karena hanya pengoperasikan RPH  dengan cara memperbantukan petugas bukan dengan menempatkan unit khusus untuk kelolanya. Sekarang, pihak Disnakbun Pelalawan sendiri sudah mulai mengelola RPH Kemang secara profesional dengan membentuk dan menempatkan unit petugas pengelolaan khusus yaitu ada ditunjuk dan ditempatkan kasubag yang di PLT-kan yang ditunjuk bersama para stafnya oleh dinas untuk bisa secara maksimal mengelola dan mengoperasikan RPH kemang tersebut,” tegas Asmedi Amri.  

Kemudian, sebut Asmedi Kabid Keswan Disnakbun Pelalawan, di samping pihak dinas tempat bekerjanya itu sudah menempatkan unit khusus dalam pengelolaan pengoperasian RPH Kemang juga pihaknya kini telah menggandeng pihak swasta untuk bekerjasama dalam melakukan kegiatan pemotongan hewan secara rutin di RPH Kemang.

“Dengan penempatan para petugas unit khusus  dan menggangdeng pihak swasta  mengoperasikannya, sehingga  RPH Kemang tersebut kini sudah mulai mendatangkan pemasukan keuangan retribusi PAD bagi Pemkab Pelalawan meskipun hingga kini realisasinya masih di bawah 50 persen dari yang ditargetkan tahun ini oleh Pemkab Pelalawan,” terang Asmedi Amri.

Kata Asmedi, pada tahun ini, Pemkab Pelalawan memberikan target penerimaan PAD dari pos retribusi kegiatan pemotongan hewan setiap harinya dari RPH Kemang itu sebesar Rp 20 juta. ”Kita optimis hingga akhir tahun akan datang ini, realisasi PAD dari retribusi RPH Kemang bisa tercapai seratus persen," ujarnya.

Sekarang sudah ada dua pihak swasta yang telah bekerjasama dengan pihak Disnakbun Pelalawan untuk melakukan kegiatan pemotongan hewan di RPH Kemang. Namun dari dua pihak swasta yang telah menyatakan bekerjasama melakukan pemotongan hewan di RPH itu, baru satu pihak swasta yang telah secara rutin melakukan pemotongan 2 ekor hewan setiap harinya.

”Kalau kedua pihak swasta yang kita gandeng itu sudah maksimal melakukan pemotongan hewan maka kegiatan pemotongan hewan setiap harinya minimal sebanyak 3 ekor,” tambahnya. (suhemri hasan)


Foto: Ir Asmedi Amri

×